Berebut Kursi Bawaslu Surabaya, GPRB Ingatkan Pertimbangan Profil Kandidat Profesional

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Salah satu Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya Muhammad Agil Akbar diadukan oleh PSH mantan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dukuh Pakis ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pengaduan soal kode etik, kesusilaan dan pornografi.

Perkara ini pun juga disorot Gerakan Pro Reformasi Birokrasi (GPRB). Bayu Eko mewakili GPRB menilai, tindakan yang dilakukan Agil Bawaslu Kota Surabaya terhadap korban PSH sudah bertentangan dengan norma. "Kalau melihat bukti-bukti yang disodorkan PSH, DKPP layak berhentikan Agil," katanya, Selasa (29/10/2024).

Baca Juga: Zulfikar Komisi II DPR RI Sebut Putusan MK 135 Sudah Final

Kalau misal ada pemberhentian tetap, menurut Bayu Eko ada beberapa calon yang telah lulus seleksi Bawaslu Kota Surabaya. Diantaranya, Dimas Anggara, Harun Rosyid, Maulana Hasun, Susilo Yuliandriyanto dan Rizam Syafik. "Ada beberapa kandidat yang berpotensi menjadi Komisioner Bawaslu Kota Surabaya," tambahnya.

Baca Juga: Dapil dan Kursi DPRD Surabaya Tahun 2029 Rencana Bertambah

Berikut profilnya singkatnya:

  1. No perseta 0073/CABKK-JTM.SBY/2023, Dimas Anggara merupakan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat ini mengisi harinya menjadi pengajar di salah satu sekolah Internasional di Surabaya. Selain itu, ia kerap membantu kegiatan atau menjadi pembicara acara Bawaslu Surabaya.
  2. No peserta 0032/CABKK-JTM.SBY/2023, Harun Rosyid dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Ampel Surabaya saat ini aktif menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) wilayah Sambikerep Surabaya.
  3. No peserta 0007/CABKK-JTM.SBY/2023, Maulana Hasun dari PMII informasinya sudah mengabdi menjadi staf Bawaslu Jawa Timur.
  4. No peserta 0092/CABKK-JTM.SBY/2023, Rizam Syafik, belum diketahui kegiatannya.
  5. No peserta 0022/CABKK-JTM.SBY/2023, Susilo Yuliandriyanto memilih fakum dunia politik, saat ini ia hanya fokus menjalankan usaha keluarga.

"Semua pasti punya masalalu baik atau buruk. Tapi kondisi sekarang sudah berubah, para kandidat yang masuk 5 besar pasti ingin meraih cita-cita agar menjadi kebanggaan keluarga," imbuhnya.

Baca Juga: Ketua Bawaslu Bojonegoro Diperiksa Dugaan Rangkap Jabatan

"Dari lima kandidat, Bawaslu RI tentu memiliki catatan tersendiri soal kreteria dan hasil nilai. Kami hanya mengingatkan sucuil rekam jejak dan beberapa informasi penting agar nantinya bisa menjadi pertimbangan Bawaslu RI untuk memilih Komisioner Bawaslu Kota Surabaya yang bersih, jujur dan profesional," pungkasnya. (Tono)

Berita Terbaru