Potretkota.com - Setelah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kapal Motor (KM) Bahtera Mega tujuan Tanjung Selor Kalimantan Utara, tenggelam di perairan Masalembu, Selasa (10/12/2024) kemarin.
Agen KM Bahtera Mega Haidar kepada wartawan mengaku, bahwa insiden kecelakaan kapal muatan besi-besi untuk kebutuhan proyek dengan berat mencapai 4.717 ton dengan tujuan Tanjung Selor, akibat cuaca buruk dan gelombang besar.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
"Jumlah crew kapal 22 orang dan 21 orang selamat dan saat ini dievakuasi di Pulau Keramaian di sisi barat Pulau Masalembu dan satu orang yaitu Nahkoda masih dalam pencarian," jelasnya.
Informasi dari berbagai sumber menyebut, KM Bahtera Mega dengan Gross Tonnage (GT) 4.393 merupakan armada kapal cargo yang diageni oleh PT Surya Permata Timur sesuai Surat Pemberitahuan asal Kedatangan Kapal (PKK) dari Sunda Kelapa, bersandar di Dermaga Jamrud Selatan.
Baca Juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak
Sebelum berangkat, Jumat 6 Desember 2024, kapal ini diduga bermasalah dengan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang ditunjuk. Selain itu, ada dugaan, KM Bahtera Mega yang sudah melakukan pengedokan 12 September 2024, terkesan dipaksakan berangkat karena saat itu kondisi ruang mesin kapal ada masalah yang membutuhkan penanganan serius.
Saat berlayar meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak sebagaimana tertuang dalam Surat Persetujuan Berlayar (Port Clearance) yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya, bahwa KM Bahtera Mega dinahkodai oleh Tri Hernanto dengan membawa Anak Buah Kapal (ABK) atau crew sebanyak 22 orang.
Baca Juga: Dump Truk Overload Sasak Minibus dan Pick Up, Makan Korban Jiwa
Sebanyak 22 ABK, 21 orang berhasil dievakuasi dan satu orang yaitu nahkoda KM Bahtera Mega Tri Hernanto yang hilang masih dalam pencarian. (Hyu)
Editor : Redaksi