Potretkota.com - Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggandeng Kecamatan melakukan binaan kepada anak yang putus sekolah, terlebih pada saat jam pelajaran mereka mengamen.
Ketua umum ARSAS Herry Bimantara mengatakan, melihat anak putus sekolah sangat prihatin, apalagi di Kota Surabaya dengan semua fasilitas gratis termasuk pendidikan.
Baca Juga: Polisi Pasang Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor di Surabaya
"Kami mendapati anak anak pada saat jam pelajaran mengamen dan mengemis, karena itu kita mengadukan kepada pihak Kecamatan agar dilakukan binaan," kata Herry bimantara, Selasa (4/3/2025).
Sementara, Camat Wiyung Budiono, S.Pd,.M.M mendapat pengaduan warganya terlantar langsung bersikap."Setelah mendapatkan pengaduan, kami langsung terjunkan tim untuk mencari kedua orangtua anak tersebut," jelasnya,
Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
Setelah kedua orang tua pengamen ditemukan, pihak kecamatan lalu melakukan pendekatan dan edukasi. Kepada pihak kecamatan orang tua tersebut mengaku, anaknya membantu mencari uang karena kebutuhan ekonomi.
"Ibunya anak ini, mengaku pengen punya rombong untuk jualan soto, lalu kita berikan sewa stan dan modal awal akan dibantu pihak Kelurahan, dengan syarat harus membuat pernyataan agar kedua anaknya tetap bersekolah," tambahnya.
Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan
"Jika pernyataan diingkari, pihak Kecamatan tentu akan mengambil sikap tegas, sesuai Perda Kota Surabaya," imbuhnya. (Hyu)
Editor : Redaksi