Potretkota.com - Stand Up Paddle atau SUP kini tidak hanya menjadi cabang olah raga, namun juga bakal menjadi wahana wisata di daerah Jawa Timur, khususnya Surabaya. Hal tersebut diungkap Christian Yosef pengurus komunitas SUPI (Stand Up Paddle Indonesia) Jawa Timur, seusai bertemu dengan Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Lilik Hendarwati.
Christian mengatakan, SUPI Jatim melihat banyak potensi wisata air di Jawa Timur seperti sungai-sungai yang cukup panjang, tidak terkecuali sungai yang ada di Surabaya. Beberapa sungai yang dimungkinkan bisa menjadi destinasi wisata air seperti sungai Kalimas, sungai Peneleh, sungai Jagir hingga sungai Brantas. Apalagi Jawa Timur dikelilingi pesisir yang bisa dilihat dari Banyuwangi hingga Surabaya.
Baca Juga: Balapan Stand Up Paddle di Kalimas Berhadiah Domba
“Dan kita juga punya danau, di Probolinggo itu banyak danau juga, Malang juga ada Danau Selorejo, Karang Kates, Lahor, di Tulungagung juga ada, bendungan-bendungan banyak potensi untuk aktivitas Stand Up Paddle ini di Jawa Timur,” kata Christian, Rabu lalu, (16/7/2025).
Christian mengungkapkan, ide untuk menjadikan SUP sebagai wahana atau destinasi wisata air ini bermula dari hobi yang kemudian ternyata berkembang menjadi sebuah komunitas di Jawa Timur karena semakin banyaknya peminat SUP. Bahkan, SUP kini di Jawa Timur telah resmi menjadi bagian dari KONI Jatim (Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur).
“Di wadah prestasi kita masuk di salah satu lomba yang di bawahnya Podsi (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Jawa Timur, itu di nomor Canoeing, kita di bawahnya itu yang mulanya tidak ada sekarang sudah dilombakan sampai di Porprov Jawa Timur kemarin, ada 4 nomor di SUP dilombakan dengan peserta kurang lebih 8 kabupaten/kota,” terang Christian.
Sementara Ali Yusa, anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur menuturkan, Surabaya mempunyai sungai yang banyak, ada sekitar 17 muara sungai dan ketujuhbelasnya mempunyai keunikan masing-masing. Aktivitas olahraga di masyarakat melalui alahraga Stand Up Paddle atau dayung berdiri, bakal memgembalikan khitoh Kota Surabaya sebagai Kota Maritim.
“Warganya tidak hanya kembali memanfaatkan sungai sebagai saluran irigasi, drainase dan sebagainya, tetapi warganya menggunakannya sebagai sarana olahraga. Sehingga fungsi sungai juga semakin bertambah, ketika fungsi sungai semakin bertambah maka keberadaan sungai juga semakin baik,” tutur Ali Yusa.
“Kenapa? Karena tentu ketika kita berolahraga di sana, beraktivitas di sana kita nggak pengen kita beraktivitas di sungai yang kotar, sungai yang tercemar. Akhirnya apa? Akhirnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai juga akan terbangun,” sambungnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Jajal Stand Up Paddle
Menurutnya, SUPI saat ini masih sebatas terbentuk kepengurusan Jawa Timur dan belum terbentuk kepengurusan tingkat kabupaten/kota. Hal ini harus dikerjakan, berkolaborasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota. Terkait dengan sungai-sungai di Surabaya, Ali Yusa berpikir bekerjasama dengan lurah-lurah di Surabaya, LPMK dan karang taruna harus dilakukan.
“Yang ada di Surabaya yang dilalui oleh sungai-sungai yang berpotensi untuk pengembangan kawasan spot tourism ini ya harus dilakukan, seperti itu. Jadi semua stakeholder turun,” terangnya.
Di satu sisi, Lurah Peneleh Skundario mengungkapkan, pada dasarnya kawasan Peneleh dilalui sungai yang memang relatif bisa dibilang tenang airnya, sehingga sangat cocok untuk olahraga SUP. Rencana menjadikan SUP sebagai wahana wisata kata Skundario juga sejalan dengan perencanaan kewilayahan di Peneleh yang merupakan destinasi wisata heritage atau wisata sejarah.
“Kalau ada kegiatan yang bisa memanfaatkan potensi wilayah kita di sungai yang selama ini cenderung masih belum terlalu aktif dan bisa mendatangkan wisatawan untuk ke Peneleh itu menjadi sangat mendukung di program kami dan bisa menjadi salah satu program yang unggulan terutama yang bisa mendatangkan keuntungan terutama bagi warga Peneleh,” ungkap Skundario.
Baca Juga: Stand Up Paddle Jawa Timur Dominasi Fornas VIII 2025 di NTB
Skundario juga tak menampik bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan komunitasi SUPI Jatim, melakukan pendekatan-pendekatan yang sama-sama melihat sungai di Peneleh cocok untuk dijadikan project wisata olahraga air. Hal ini juga memang sejalan dengan keinginan Kelurahan Peneleh untuk memperluas potensi sebagai kawasan destinasi wisata.
“Kalau memang ini bisa dieksplor lebih jauh, pasti akan membawa banyak orang yang berminat atau datang ke sini. Ya ini kemarin kita sudah ada rencana untuk membuat semacam workshop atau bengkel untuk membikin itunya ya apa selain itu papan, papan stand upnya itu, istilahnya itu di wilayah kita yang mana itu juga kita akan libatkan warga kita bisa,” ujar Skundario.
“Dari karang taruna, pemuda yang asli Peneleh yang mana itu pasti akan menjadi salah satu Padat Karya ya saya bilang gitu Padat Karya terutama untuk warga kita yang memang membutuhkan pekerjaan dan bisa untuk kita libatkan dalam start awal di Stand Up paddle ini di Peneleh,” tandasnya. (ASB)
Editor : Redaksi