Potretkota.com - Festival Olahraga Masyarakat NASIONAL ke VIII 2025 (Fornas VIII 2025) di Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal menjadi momen yang akan sangat disayangkan bila dilewatkan, terutama bagi mereka yang menerima undangan resmi dari tuan rumah. Hal tersebut sebagaimana yang dikhawatirkan komunitas Stand Up Paddle Indonesia Jawa Timur (SUPI Jatim).
Christian Yosef, pengurus SUPI Jatim mengaku sedih jika timnya tidak bisa berangkat mengikuti Fornas VIII 2025 NTB. Pria yang akrab disapa Mas Chris itu tidak menampik bahwa tim SUPI Jatim hingga saat ini masih terkendala anggaran untuk berangkat memenuhi undangan Gubernur NTB agar mengikuti ajang bergengsi tersebut.
Baca Juga: Balapan Stand Up Paddle di Kalimas Berhadiah Domba
"Yang diberangkatin yang Inorga (Induk Olahraga) tetap, berhubung kami inorga sementara, harus berangkat mandiri. Padahal kami undangan khusus Gubernur NTB. Panitia besar pelaksana Fornas sudah mengeluarkan surat, bahwa kami undangan khusus Gubernur NTB," kata Chris, Jumat, (25/07/2025).
Christian juga mengungkapkan, dirinya bersama Manager SUPI Jatim telah sowan beraudiensi ke sejumlah institusi, salah satunya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Saat itu, Emil sudah memerintahkan Dispora Jatim untuk memfollow up tim dari SUPI Jatim. Namun hingga sekarang belum ada kabar.
Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Jajal Stand Up Paddle
"Kemarin sudah audiensi Wagub (Jatim), dan Sispora sudah diminta untuk follow up oleh beliau, tapi belum ada kabar sampai sekarang," ungkap Chris dihubungi Potret Kota di nomor WhatsAppnya.
Sementara itu, senada dengan Christian, Manager SUPI Jatim Ali Yusa tidak menampik bahwa memang tim dari SUPI Jatim belum mempunyai anggaran dan belum menerima bantuan dari manapun termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk mengikuti Fornas VIII 2025 NTB. Padahal, pada hari Senin, 28 Juli 2025 nanti, seluruh tim sudah harus berada DI NTB untuk bersiap mengikuti turnamen.
Baca Juga: Stand Up Paddle Jawa Timur Dominasi Fornas VIII 2025 di NTB
“Festival Olahraga Nasional ke VIII Nusa Tenggara Barat olahraga Stand Up Paddle memperebutkan 8 medali emas dan potensi untuk memperoleh 8 medali emas itu, untuk Kontingen Jawa Timur sangat terbuka dengan luas. Namun kami memiliki beberapa kendala terkait dengan akomodasi yang harus kami tanggung sendiri,” terang Ali Yusa yang juga anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur.
“Sampai saat ini kami belum memperoleh bantuan dari Kormi, selaku induk organisasi olahraga, dan apa itu, kami belum memperoleh bantuan dari pemerintah provinsi, kami juga belum memperoleh bantuan. Yang kami lakukan saat ini adalah mencoba untuk saling mendukung sesama pegiat olahraga SUP dengan konsep saweran jika mau membantu kegiatan kami,” tandasnya. (ASB)
Editor : Redaksi