Potretkota.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) terus bekerja keras mengidentifikasi korban runtuhnya bangunan Pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Hingga Sabtu pagi, Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara telah menerima total sembilan kantong jenazah korban. Proses identifikasi dilakukan secara intensif, terutama setelah pencarian korban di lokasi kejadian mulai menggunakan alat berat.
Baca Juga: Arsitek dan Ahli Konstruksi Bersatu Wakafkan Profesi untuk Pesantren
Untuk mengantisipasi banyaknya korban yang ditemukan, Tim DVI telah menyiagakan 50 petugas khusus dan sebuah cool storage berkapasitas 100 jenazah.
"Hingga Sabtu pagi ini, kami telah menerima sembilan kantong jenazah korban dari lokasi kejadian," kata Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marzuki, di RS Bhayangkara, Sabtu (4/10/2025).
Marzuki juga menjelaskan, bahwa sekitar pukul 06.00 pagi tadi, sebanyak 57 sampel DNA dari pihak keluarga korban juga sudah dikirimkan ke Puslabfor Mabes Polri. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi.
Pihaknya juga sangat mengharapkan dukungan dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi. "Kami berharap pihak keluarga korban dapat memberikan support kepada Tim DVI dengan mengirimkan foto terakhir atau selfie dan rekam medis para korban yang ada," ujarnya Marzuki.
Data-data sekunder seperti foto dan rekam medis ini akan menjadi data pendamping sembari menunggu hasil identifikasi menggunakan data primer DNA yang membutuhkan waktu lebih lama.
Baca Juga: Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Selesai
Korban Al Khoziny Diklasifikasikan 3 Klaster
Posko Post Mortem Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim menyatakan kesiapannya dalam membantu seluruh proses identifikasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, Jumat (3/10/2025) kemarin menegaskan bahwa proses identifikasi akan dilakukan dalam tiga klaster oleh Tim DVI, yakni klaster santri, klaster pengurus pondok pesantren, dan klaster pekerja bangunan yang diindikasikan menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim terus bekerja keras untuk mengidentifikasi total lima jenazah yang tiba di Posko Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim pada Jumat sore.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa berdasarkan pendataan terakhir serta data posko yang ada di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Posko Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim memutuskan untuk membagi proses identifikasi menjadi 3 klaster.
Tiga klaster tersebut adalah klaster santri, klaster pengurus pondok pesantren, dan klaster pekerja bangunan yang diindikasikan menjadi korban dalam tragedi tersebut. "Kami membagi proses identifikasi menjadi tiga klaster untuk mempercepat dan mempermudah identifikasi korban," ujar Irjen Pol Nanang Avianto.
Lebih lanjut, Kapolda Jatim berharap seluruh proses evakuasi korban berjalan lancar sehingga tim gabungan segera menemukan seluruh korban dan proses identifikasi oleh Tim DVI Posko Post Mortem Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim juga bisa selesai sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (KF)
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siap Dampingi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny
Editor : Redaksi