Potretkota.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat, korban santri pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mencapai 100 lebih. Antara lain, 76 luka ringan, 27 luka berat, 45 meninggal dunia, 4 body part, Minggu (5/10/2025) malam.
Korban meninggal, 5 diantaraya sudah diserahkan ke keluarha. Diantaranya, Firman Nur, 16 tahun, warga Jalan Tembok Surabaya. Kedua bernama Mohammad Azka Ibadurrahman, 13 tahun, asal Kenjeran Surabaya. Ketiga teridentifikasi bernama Daul Milal, 15 tahun, dari Sido Kapasan Surabaya.
Baca Juga: Arsitek dan Ahli Konstruksi Bersatu Wakafkan Profesi untuk Pesantren
Nama lain yang sudah teridentifikasi, yaitu Nuruddin, anak laki-laki berusia 13 tahun asal Desa Karanggayam, Blega, Bangkalan dan Ahmad Rijalul Haq, remaja laki-laki berusia 16 tahun, warga Desa Alang-Alang, Bangkalan.
Baca Juga: Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Selesai
Proses identifikasi dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) dengan mencocokkan data gigi, sidik jari, medis, dan properti barang kepemilikan.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Khusnan Marzuki, menegaskan bahwa pihaknya senantiasa memfasilitasi seluruh permintaan keluarga sebelum jenazah diserahkan. "Fasilitas yang disediakan antara lain memandikan jenazah, menyalati jenazah, hingga mengantarkan jenazah ke rumah duka," terangnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siap Dampingi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny
Setelah teridentifikasi, korban santri ponpes Al Khoziny langsung disalatkan di tenda krisis center Rumah Sakit Posko DVI Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. (ASB)
Editor : Redaksi