Rahmat Muhajirin Klarifikasi Video Viral Diduga Hoaks Berbasis AI

avatar potretkota.com
Rahmat Muhajirin
Rahmat Muhajirin

Potretkota.com - Politisi Partai Gerindra, Rahmat Muhajirin, memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menampilkan foto profil dirinya disertai narasi kontroversial. Video berdurasi 1 menit 13 detik tersebut diduga merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Rahmat yang juga merupakan suami Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut dan masih mendalami isi serta keaslian kontennya. Ia menilai video itu telah dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menampilkan seolah-olah dirinya berbicara dengan nada arogan.

Baca Juga: Hakim Tipikor Hukum Sri Setyo Pertiwi 4 Tahun Penjara 

“Saya baru melihat video ini. Perlu waktu untuk mendalami konten dan visualnya. Menurut saya, ini dibuat dengan rekayasa menggunakan AI, termasuk suara yang dibuat seolah-olah seperti saya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Rahmat menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut bersifat menyesatkan dan sengaja disusun untuk merusak reputasinya. Ia menyebut terdapat indikasi kuat adanya muatan politis dalam penyebaran video tersebut, terutama dari potongan kata-kata yang dinilai telah diedit dan dipelintir dari konteks aslinya.

Menurutnya, kejanggalan juga terlihat pada penggunaan foto pribadi yang disertai keterangan waktu tidak sesuai. Dalam video tersebut, foto dirinya diberi caption 28 November 1990, padahal pada periode itu ia masih berstatus sebagai anggota TNI.

“Dari mana sumber suara itu didapat lalu diklaim sebagai saya, juga tidak jelas. Foto yang digunakan pun tidak sinkron dengan keterangan waktu yang dicantumkan,” tegasnya.

Baca Juga: Sri Setyo Pertiwi alias Ning Tiwik Dituntut Jaksa 6 Tahun Penjara 

Rahmat juga menilai sebagian isi pernyataan dalam video sebenarnya tidak bermasalah secara substansi, seperti soal posisi lembaga penegak hukum yang berada dalam struktur kekuasaan negara. Namun, bagian lain terkait narasi politik, khususnya Pilkada 2024, diduga telah dimanipulasi sehingga menimbulkan persepsi keliru.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Saat ini, Rahmat bersama tim hukumnya tengah melakukan kajian, termasuk kemungkinan melibatkan ahli digital forensik untuk menelusuri keaslian video tersebut.

“Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami laporkan. Ini menyangkut pencemaran nama baik dan merendahkan martabat saya,” ujarnya.

Baca Juga: Jual Beli Jabatan, Kades di Tulangan Diputus 4 Tahun Penjara

Sebelumnya, sekelompok massa yang mengatasnamakan Barisan Relawan Prabowo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur di Surabaya. Mereka menuntut partai memberikan sanksi kepada Rahmat Muhajirin atas pernyataan yang dianggap merendahkan lembaga penegak hukum.

Koordinator aksi, Diana Rosiana Samar, menyebut pernyataan Rahmat dinilai mencederai marwah institusi seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan.

Hingga kini, polemik terkait video tersebut masih bergulir dan menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya kekhawatiran atas penyalahgunaan teknologi AI dalam penyebaran informasi yang berpotensi menyesatkan. (SR)

Berita Terbaru