Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja

Tianneng Bangun Produksi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

avatar Achmad Syaiful Bahri
Grand Opening pabrik battery lead acid dan lithium China-Indonesia oleh PT Tianneng Indonesia, Kamis 25 Juni 2026 di Vasa Hotel Surabaya.
Grand Opening pabrik battery lead acid dan lithium China-Indonesia oleh PT Tianneng Indonesia, Kamis 25 Juni 2026 di Vasa Hotel Surabaya.

Potretkota.com – Jawa Timur kembali menarik investasi asing di sektor energi baru. Grup Tianneng, perusahaan teknologi baterai dan energi asal Tiongkok, resmi mengoperasikan basis produksi pertamanya di Indonesia yang berlokasi di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Investasi ini diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus membuka peluang penyerapan ratusan tenaga kerja lokal.

Peresmian basis produksi Indonesia tersebut digelar bersamaan dengan konferensi mitra bertema Menciptakan Energi Masa Depan, Menggerakkan Indonesia Hijau, Bersama Mitra Mewujudkan Nilai Baru Energi Ramah Lingkungan. Kamis, (25/06/2026). Dalam kesempatan itu, Tianneng juga menandatangani sejumlah kerja sama strategis dengan PT Tri Mega Baterindo, Goda, U-Winfly, GreenTech, dan Aima sebagai bagian dari penguatan rantai pasok industri kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Winarto DPRD Ngawi Kelola Uang Pabrik Mainan Rp91 Miliar Lebih

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menilai kehadiran Tianneng sejalan dengan agenda transformasi energi nasional. Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya memperkuat industri kendaraan listrik, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi hijau di daerah.

"Beroperasinya basis produksi Tianneng di Indonesia sangat selaras dengan agenda transformasi energi nasional. Kehadiran fasilitas ini memberikan dorongan kuat bagi pengembangan transportasi listrik dan ekonomi hijau di daerah, sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara keahlian global Tianneng dan mitra lokal Indonesia," ujarnya.

Dyah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menghadirkan layanan investasi yang transparan, efisien, dan didukung berbagai insentif agar iklim usaha tetap kompetitif serta mampu menarik lebih banyak investasi di sektor industri strategis.

Sementara itu, Ketua Grup Tianneng, Zhang Tianren, menyampaikan bahwa transformasi energi global kini menjadi arah baru industri dunia. Setelah lebih dari empat dekade mengembangkan teknologi baterai timbal-asam, lithium, hidrogen, natrium hingga solid-state, Tianneng kini memperluas strategi bisnisnya melalui pembangunan basis produksi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Tianneng di Indonesia bukan sekadar memperluas pasar, melainkan membangun kemampuan produksi dan ekosistem industri secara langsung di negara tujuan investasi.

"Globalisasi yang sesungguhnya bukan hanya mengekspor produk, tetapi membangun kapabilitas di pasar lokal. Kami berharap proyek di Indonesia menjadi contoh manufaktur hijau yang mampu tumbuh bersama pemerintah, industri, dan masyarakat," katanya.

President of International Business Tianneng, Eric Xu, menjelaskan keputusan memilih Jawa Timur didasarkan pada hasil kajian yang matang terhadap potensi pasar, infrastruktur logistik, serta ekosistem industri yang telah berkembang di kawasan Surabaya.

Baca Juga: Fee Pabrik Mainan Ngawi Ratusan Juta Mengalir ke Sekdes dan Kasun

"Kami ingin membangun kerja sama strategis jangka panjang untuk mendorong perkembangan industri secara menyeluruh. Ini juga merupakan bentuk kontribusi yang ingin kami berikan kepada daerah tempat kami berinvestasi," ujar Eric Xu.

Ia menambahkan, sebagian besar pelanggan, jaringan logistik, dan mitra perusahaan berada di Pulau Jawa, sehingga Jawa Timur dinilai menjadi lokasi paling ideal untuk pengembangan bisnis.

"Lokasi pelanggan, logistik, dan mitra kami sebagian besar berada di Surabaya. Berdasarkan berbagai aspek tersebut, kami sangat yakin Jawa Timur merupakan pilihan yang tepat untuk pengembangan industri kami," katanya.

Eric juga mengungkapkan optimisme terhadap prospek investasi di Indonesia. Menurutnya, hasil riset jangka panjang menunjukkan Indonesia memiliki potensi pasar yang besar serta tingkat kesesuaian strategis yang tinggi bagi ekspansi perusahaan.

"Tim kami telah melakukan penelitian dalam waktu yang panjang mengenai sumber daya dan kondisi pasar di Indonesia. Kami sangat percaya diri dan berharap kerja sama ini dapat semakin memperkuat hubungan strategis kedua belah pihak," tuturnya.

Baca Juga: PT HM Sampoerna Rumahkan Ratusan Karyawan

Selain memperkuat investasi, Tianneng juga menargetkan peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini perusahaan telah mempekerjakan sekitar 50 hingga 60 orang, namun jumlah tersebut diperkirakan meningkat signifikan seiring berkembangnya kapasitas produksi.

"Saat ini kami memiliki sekitar 50 hingga 60 karyawan. Ke depan kami akan membawa rantai industri kami ke Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketika operasional sudah berkembang sepenuhnya, jumlah tenaga kerja lokal dapat mencapai sekitar 700 hingga 800 orang," ungkap Eric.

Indonesia sendiri dinilai sebagai salah satu pasar kendaraan listrik paling menjanjikan di Asia Tenggara dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan lebih dari 130 juta kendaraan bermotor. Seiring percepatan program konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik, kebutuhan terhadap industri baterai diproyeksikan terus meningkat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tianneng menghadirkan berbagai teknologi baterai yang dirancang khusus untuk iklim tropis Asia Tenggara. Produk yang dikembangkan diklaim memiliki daya tahan lebih baik terhadap suhu tinggi, kelembapan, debu, hingga lingkungan berkadar garam tinggi. Perusahaan berharap kehadiran basis produksi di Jawa Timur dapat menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan energi baru di kawasan Asia Tenggara. (ASB)

Berita Terbaru