Potretkota.com - Dermaga Kalimas ambrol, dialokasikan oleh PT Pelindo III Rp 3 miliar. Dalam pekerjaan nanti, salah satu perusahaan plat merah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memastikan tidak menggunakan proses lelang.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ir Hernadi Tri Cahyanto, MT kepada Potretkota.com mengatakan, pembangunan proyek tidak mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No 4 Tahun 2015 Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Baca Juga: Tawuran Antar Nelayan di Pasuruan Beberapa Perahu Dibakar Massa
"Kalau (pekerjaan) pemerintah seperti Otomatis Pelabuhan tentu menggunankan Perpres tersebut, tapi ini kan yang bangun Pelindo," terang Hernadi, pihaknya hanya melakukan pengawasan proyek Dermaga Kalimas ambrol saja, Jumat (26/1/2019) kemarin,
Alasan utama tidak menggunakan Perpes Pengadaan Barang dan Jasa, disebut Hernadi akan memakan waktu dan pekerjaan akan lama. "Kalau mengacu Perpres, banyak yang harus dilalui, prosesnya lama. Padahal, Dermaga Kalimas harus segera dikerjakan," tambahnya.
Senada dengan Hendiek Eko Setiantoro Bagian Teknik PT Pelindo III. Menurutnya, proyek pembangunan ambrol Dermaga Kalimas yang dialokasikan Rp 3 miliar tidak melalui proses lelang. "Pekerjaan proyek nanti diadakan penunjukan langsung," akunya.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
Perlu diketahui, saham PT Pelindo III 100 persen milik negara. Pernyataan Hernadi dan Hendiek diduga melawan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
Foto Jumpa Pers Dermaga Kalimas Ambrol, Jumat (26/1/2019)
Terpisah, saat PT Pelindo III dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan jumpa pers, Dermaga Kalimas ambrol mulai digarap. "Mulai hari ini (Jumat, red) pekerjaan (Dermaga Kalimas ambrol) digarap," tegas Rian Ardiansyah.
Baca Juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran
Menurut Ardiansyah, yang menggarap Dermaga Kalimas ambrol dari PT Berkah Industri Mesin Angkat (Bima), anak perusahaan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Port. PT BJTI Port sendiri merupakan anak perusahaan PT Pelindo III. "Yang menggerjakan pekerjaan ini dari anak perusahaan Pelindo," jelasnya.
Rian Ardiansyah juga memaparkan, panjang Dermaga Kalimas ambrol yang digarap nantinya bukan sepanjang 30 meter. "Kalau ukuran yang ambles 75 meter, nanti yang dikerjakan 100 meter," paparnya. (Hyu)
Editor : Redaksi