Pegawai Holywings Keroyok Pengunjung

potretkota.com
Andi Pratomo Sutikno menjalani perawatan di National Hospital Surabaya.

Potretkota.com - Pengeroyokan terhadap pengunjung hiburan malam Holywings, berbuntut panjang. Korban tidak terima, lalu melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Bukti laporan Polisi Nomor: STTLP//B/001/B/1/2018/RESTABES SBY.

Andi Pratomo Sutikno (36) warga Perum Dharmahusada Mas Surabaya, salah satu korban pengeroyokan pada Potrerkota.com mengaku, bersama istri dan rekannya sedang merayakan malam tahun baru 2018. Namun, saat merayakan ada temannya cekcok mulut dengan pengunjung lain.

Baca juga: Polsek Genteng Selidiki Kasus Penganiayaan Pemandu Lagu

"Saya hendak memisah, tapi malah dihajar pengunjung lain (beda meja)," kata Andi ditemui Potretkota.com di National Hospital, Selasa (9/1/2019).

Saat dirinya dihajar pengunjung lain, pegawai Holywings bukannya memisah, malah melakukan pengeroyokan. "Saya engga tau kenapa dikerok," akunya sembari menunjukkan bukti CCTV.

Tidak heran, akibat pengeroyokan, Andi mengalami luka dikepala sebanyak 54 jahitan, trauma hingga memar ditubuhnya. Rekannya Robi Soegiharto (32) warga Nganjuk, saat hendak kabur mengindari pengeroyokan, tiba-tiba juga mengalami bogem mentah bertubi-tubi dari pegawai Holywings.

"Teman saya (Roby) sikut tangannya pecah karena dikeroyok. Saat ini masih dalam perawatan RS Mitra Keluarga Merr. Korban lain yang luka ringan, Yulia, Kristian, Darmadi," terang Andi

Setelah beberapa hari melakukan pengeroyokan, karyawan Kelvin dan Jakle Le pun diseret Polrestabes Surabaya. Salah satunya terlihat Supervisor Holywings Danang, pegawai lain juga dibawa anggota Reskrim Polrestabes Surabaya.

"Masih dilakukan pemeriksaan," terang Wn, salah satu anggota Reskrim Polrestabes Surabaya di Holywings.

Baca juga: DPRD Kota Pasuruan Ancam Bubarkan Karaoke Berkedok Warung

BACA JUGA: Tahun Baru 2018, Pengunjung Rumah Musik Holywings Tawuran

Sebelumnya, Danang dan Penanggung Jawab Holywings, Agus Mulyo Triono pada Potretkota.com mengaku, tidak ada pengeroyokan. Yang ada hanya tawuran dimalam pergantian tahun 2018. Menurutnya, pegawai sudah menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami disini hanya sebagai pelayanan. Seketika ada tawuran, kita panggil security. Terkait masalah tawuran untuk itu bukan urusan kami,” kata Agus didampingi Superviser Holywings, Danang, Selasa (2/1/2018) malam.

Agus tidak menampik melihat ada korban malam tahun baru 2018. “Memang ada yang berdarah dikepala. Tapi sepengetahuan saya, tidak ada yang patah tangan karena dipukul dengan kursi atau benda tumpul. Mungkin korban jatuh, terus keinjak pengunjung lain, dan tangannya terkilir,” paparnya.

Baca juga: Karaoke Berkedok Warung di Pasuruan, Rifa'i Golkar: Ditulis saja

Hendrik Harsono Njoto, SH, MH dikonfirmasi wartawan di National Hospital, Selasa (9/1/2019).

Pernyataan Agus tidak sesuai dengan CCTV milik Holywings durasi kurang lebih 5 menit. Terlihat jelas dalam video, korban dikeroyok membabi buta oleh pegawai dan pengunjung lain, berinisial Tg.

Sementara, Hendrik Harsono Njoto, SH, MH, penasihat hukum korban Andi berharap kasus ini cepat diselesaikan. "Saya berharap penyelidikan tidak kabur kasusnya segera terungkap," pungkasnya. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru