Potretkota.com - Vena Naftalia, pengacara korban ancaman pembunuhan terhadap Rudy Wibowo Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Perindo, protes karena pelaku Peter Susilo yang sudah jadi tersangka Polda Jatim tidak kunjung ditahan.
"Dimana keadilannya, harusnya pelaku ditahan," kata Vena kepada Potretkota.com, Senin (29/4/2019).
Baca juga: Ambil Buah Mangga, Pria di Surabaya Nekat Bacok Tetangga
Alasan ngotot minta ditahan, karena tersangka Peter Susilo yang juga Caleg dari Partai bentukan Hary Tanoesoedibjo ini sudah mengancam jiwa seseorang. "Tersangka ini sudah mengancam jiwa orang lain, harusnya ditahan, agar tidak kabur dan menghilangkan barang bukti," paparnya.
Sementara, korban Rudy Wibowo juga meminta agar polisi segera melakukan penahanan. Dikarenakan, pelaku saat melakukan pemukulan sangat membabi buta. "Awalnya saya dicekik, dipegang oknum marinir. Setelah itu dipukuli bertubi-tubi pada bagian kepala dan perut. Tidak puas, tersangka ini mengambil pistol dan memukulkan senjata api ke bagian kepala, hingga magazine dan peluru tajam jatuh," kata Rudy menyebut perbuatan pelaku seperti psikopat.
Baca juga: Polsek Genteng Selidiki Kasus Penganiayaan Pemandu Lagu
Meski sudah dihajar hingga berdarah-darah, korban Rudy sudah memaafkan perbuatan tersangka Peter. "Secara pribadi sudah dimaafkan. Tapi saya ingin kasus ini tetap berlanjut, agar ada efek jera," tambahnya.
Akibat perbuatannya, Sesuai laporan No STTLP/B/395/IV/RES.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABES SBY tanggal 19 April 2019 yang dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Jatim, Peter Susilo disangkakan UU Darurat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiyaan. "Anehnya laporan yang undang-undang darurat kok tidak ada," pungkasnya.
Baca juga: Meringkus Pelaku Penganiayaan Edelweis dan Pembunuhan Gempol
Perlu diketahui, Rudy Wibowo dan Peter Susilo sama-sama maju sebagai Caleg dari Partai Perindo Dapil Surabaya-Sidoarjo. Rudy sendiri mendapat nomer urut 7 sedangkan Peter nomer urut 2.
Saat dikonfirmasi, Peter Susilo tidak membantah atas penganiyaan terhadap rekannya Rudy Wibowo. "Memang benar, namun saya belum bisa klarifikasi karena dalam keadaan sakit," akunya. (Hyu)
Editor : Redaksi