Potretkota.com - Nasib sial menimpa Handy Natanael Setiawan (25) warga Petemon Timur Surabaya dan Jimmy Cen (32) warga Ngaglik Surabaya. Saat menikmati hiburan malam di Jimmy's Club and Lounge, JW Marriott Hotel Surabaya tiba-tiba dikeroyok orang tak dikenal.
Pengeroyokan tersebut diduga melibatkan security Jimmy's Club and Lounge. Akibatnya, korban mengalami luka serius diwajah. Bahkan, perhiasan emas (kalung) 15 gram milik salah satu korban amblas.
Baca juga: Polsek Genteng Selidiki Kasus Penganiayaan Pemandu Lagu
Mimi Lie orang tua Jimmy berharap kasus ini segera terungkap. "Saya berharap pihak manajemen, baik dari JW Marriott maupun Jemmys Club bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dan untuk pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan," tegasnya sembari menunjukan foto-foto korban dan surat pengaduan ke Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya, No: STTLP/K/026/I/2018/Jatim/Restabes SBY/Sek Tegalsari, Minggu (21/1/2018).
Dikisahkan Jimmy Cen, ia semula chekin menginap di JW Marriott Hotel Surabaya, Sabtu (20/1/2018) sekitar jam 21.00 Wib. Sekitar jam 01.00 Wib, ia bersama rekannya Handy makan dan santai menikmati musik di Jemmys Club and Lounge.
Baca juga: DPRD Kota Pasuruan Ancam Bubarkan Karaoke Berkedok Warung
Bukannya bisa menikmati hiburan malam, didalam Jemmys Club and Lounge keduanya melihat ada keributan. Mereka pun berencana pergi, namun sebelumnya melangkah melakukan pembayaran di kasir, dalam perjalanan Handy dihadang pengunjung cewek “elo mau kemana”, tanya cewek tersebut sembari berteriak minta tolong jika telah dipukul.
Kemudian, beberapa orang teman cewek yang tak dikenali tersebut memukuli Handy. Jimmy melihat hal tersebut berusaha melerai perkelahian, namun naas, saat itu ia dihadang oleh keamanan Jimmy's Club and Lounge, dan tak lama gantian ia dikeroyok pengunjung lain.
Baca juga: Karaoke Berkedok Warung di Pasuruan, Rifa'i Golkar: Ditulis saja
“Saya dikeroyok sekitar 8 orang, yang 5 orang kenal wajah saja,” kata Jimmy Cen pada Potretkota.com, Minggu (21/1/2018) siang.
Sementara, Salim yang mengaku sebagai Leader Security JW Marriott Hotel Surabaya membenarkan adanya pengeroyokan tersebut. “Untuk lebih jelasnya kami masih berkoordinasi dengan pihak management, dan melihat CCTV atas kejadian tersebut,” pungkasnya. (Tio)
Editor : Redaksi