Potretkota.com - Pungutan di SMP Negeri 3 Surabaya, dikemas dengan cara berbeda. Setiap bulan, masing-masing pelajar diharuskan membayar iuran uang galon Rp 25 ribu.
Data yang ada, jumlah murid SMP Negeri 3 Surabaya sekitar 900 orang. Jika perbulan dikalikan, hasil pungutan mencapai Rp 22,5 juta. Pungutan tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah Budi Hartono.
Baca juga: Robot Bawah Air Buka Peluang Ekonomi Maritim Indonesia
BERITA TERKAIT: SMP Negeri 3 Surabaya Disebut Pungli Seragam
Baca juga: LLDIKTI Wilayah VII Telaah Perkara Gelar Anggota DPRD Bojonegoro
Menurutnya, iuran uang galon untuk murid SMP Negeri 3 Surabaya, sudah berjalan selama 2-3 tahun. Diadakan iuran galon, karena jadwal belajar sangat padat, istilah saat ini full day school. Selain itu, apabila ada kegiatan sekolah atau ekstra kurikuler, biasa murid mengambil air minum mengunakan botol besar.
Baca juga: Sukur Priyanto DPRD Bojonegoro Klaim Gelar Akademik D3 ke S1 Tak Linier Cuma Setahun Tetap Sah
"Itu yang mengelola bukan sekolahan, melainkan ada komite yang ketuanya dan anggota dari wali murid sendiri. Uang sebanyak itu, terkadang masih nombok (rugi)," kata Budi, baru-baru ini.(Tio)
Editor : Redaksi