Bos Limbah B3 PT ASA Ngaku Didatangi Polisi

potretkota.com

Potretkota.com - Bos transportasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) PT Aryaguna Sejahtera Abadi (ASA) mengaku, yang membuang atau menjual limbah bukan atas perintahnya, melainkan pegawainya.

"Itu yang membuang ataupun menjual limbah sopir-sopir tanpa sepengetahuan saya. Karena merugikan perusahaan, mereka sekarang sudah saya pecat," kata Totok Jahuri bos PT ASA, kepada Potretkota.com, Rabu (26/8/2020) malam.

Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran

Karena pengalaman dicurangi pegawai, Totok berencana akan memasang GPS pada angkutan limbah yang dipunya. "Kalau dipasangi GPS kan terpantau, kemana larinya truk limbah," jelasnya. 

Suami dari pengusaha butik online Dewi Sekar Arianti ini juga mengaku, saat Pandemi banyak pekerjaan yang hilang. Salah satu alasan, soal kompetisi harga transportasi. "Dari 15 perusahaan, saat ini yang kerjasama hanya 6 saja," ujarnya.

Baca juga: DPRD Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel Wifi di Kota Pasuruan

Pria yang akrab disapa Deni ini juga mengaku, nama-nama mafia limbah yang disebutkan dalam berita Potretkota.com, berjudul Menyoal Angkutan Limbah Aryaguna Sejahtera Abadi, merupakan teman-teman lama disaat pesta minuman keras (miras). "Dulu mereka (yang disebut dalam berita, red), itu teman nakal. Teman mabuk-mabukan. Kalau sekarang sudah engga berhubungan lagi," kilahnya.

Mereka yang dimaksud dalam pemberitaan yakni, Purwanto pemilik Gudang di desa Temu Sidoarjo, di halaman belakang rumah Yuni desa Bendotretek Sidoarjo, di perusahaan pengolahan limbah daerah Tropodo Krian Sidoarjo, Amin di Pasuruan dan Bayan di Mojokerto.

Baca juga: Bos Kontraktor Ini Diperiksa Hakim Tipikor Surabaya Awal Tahun 2026

Pria kelahiran Sidoarjo 1976 ini mengaku, atas pemberitaan Potretkota.com baru-baru ini, gudangnya yang berada di Desa Jeruk Legi RW 2 Balongbendo Sidoarjo, sudah didatangi pihak Polresta Sidoarjo. "Sudah ada polisi yang datang. Tapi mereka hanya melihat dokumen kelengkapan," ungkapnya.

Meski didatangi pihak polisi, Totok mengaku tidak pernah takut. Karena, dibelakang usahanya juga banyak teman dari kepolisian. "Nanti kalau diperiksa, kan sama-sama tau. Kita kan semua saudara," pungkasnya. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru