Potretkota.com - Mahasiswa berbagai jurusan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam tim Pusat Penelitian Material Maju dan Teknologi Nano, menemukan produk cat untuk menangkal Virus Corona. Karya yang dipimpin Dosen ini tercipta saat para mahasiswa ini tergabung dalam relawan Covid 19 ITS.
"Pandemi saat ini masih belum bisa dikatakan selesai karena virus tersebut masih terus menyebar dan bermutasi. Hal tersebut mendorong kami untuk melakukan inovasi untuk mengurai penularan pademi virus Corona," ungkap koordinator pelaksana Royyan Wafi Pujiyanto, Jumat (19/3/2021).
Baca juga: Gus Ofi Pasuruan Terima Aliran Dana Hibah PKBM Rp606 Juta
Sementara, Ketua Pusat Penelitian Material Maju dan Teknologi Nano, ITS Dr. Agung Purniawan, ST, MEng yang juga dosen Teknik Material Dan Metalurgi Fakultas Teknologi Industri dan Rekasaya Sistem ITS mengatakan, penemuan ini dilakukan sejak Juni 2020 dengan nama produk CoFilm+.
Baca juga: Ketika Jawaban Benar Jadi Salah, GMNI Soroti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Pontianak
"Temuan ini berupa cat pelapis dan stiker yang menggunakan teknologi Nano Copper sebagai bahan aktif anti virus yang dapat diaplikasikan dipermukaan benda yang sering disentuh. Misalnya gagang pintu, ralling tangga, meja, dan lain-lain yang berada di rumah sakit, sekolah, restoran, kantor, bandara, mall, maupun tempat pribadi," kata Agung saat jumpa pers di Medical Record ITS Surabaya.
Penggunaan teknologi Nano Copper dipilih, disebut Agung karena banyak digunakan sebagai material yang dapat membunuh berbagai macam virus dan bakteri. Selain itu Copper juga merupakan satu satunya metal yang telah tersertifikasi EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat. "Kenapa warnanya cokelat, karena itu bagian dari tembaga," ujarnya.
Baca juga: Krisis Pendidikan dalam Perspektif Freire dan Ki Hadjar Dewantara
Agung mengaku, temuan ini belum sepenuhnya sempurna, masih dalam taham penelitian lagi. "Ini masih tahap 80%. Dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa maksimal 100%," akunya.
Ditempat yang sama, Prof. Kazufumi Shimizu PhD, dari Kobe University, Jepang, yang kebetulan saat ini sedang riset di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) menambahkan, hasil uji efektivitas membunuh virus 99 persen dalam 1 jam. "Hasil penelitian menunjukan, bahwa virus SARS COV-2 diatas permukaan CoFilm+ 90�pat mati dipermukaan benda yang diberikan cat pelapis ini dalam waktu 10 menit, sedangkan 99,9% virus dapat mati dalam waktu 1 jam. Sementara pada permukaan benda tanpa pelapis antivirus ini virus dapat bertahan lebih dari 24 jam," tambahnya. (Hyu)
Editor : Redaksi