Potretkota.com - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau akrab dengan Gus Ipul telah mengambil langkah empat keputusan dalam menerapkan kejadian Covid-19. Hal ini sejak buntut terjadinya sejumlah warga Kota Pasuruan terdampak Covid-19 setelah melalukan rombongan ziarah ke tempat Makam Walilimo.
Saifullah Yusuf berterus terang merasa kecolongan dan kecewa kepada warga Kota Pasuruan yang terdampak Covid-19, setelah melakukan rombongan ziarah ke Walilimo. Sebelumnya pada bulan pusa kemarin, ia ketemu RT, RW melalui lurah dan Camat untuk menyampaikan agar tidak mengizinkan warganya meninggalkan tempat. "Juga kita minta waspada kalau ada tamu yang datang. Dan ini demi keselamatan kita semua. Karena kalau terjadi apa-apa yang bertanggung jawab saya sebagai Wali Kota Pasuruan," tegasnya dalam jumpa pers di Taman Kota Pasuruan, Senin (21/6/2021)
Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat
Lebih lanjut Gus Ipul, meminta RT, RW dan Lurah untuk selalu waspada tidak memberikan ijin keluar rombongan ziarah atau pesta dan paling tidak kalau ada kegiatan harus mengetahui oleh RW atau Lurah setempat. Karena setelah kejadian klaster ziarah, dimana dikabarkan ada 2 meninggal dan sisanya bergejala. Untuk itu, kami minta Dandim, Kaporles dan Dinas Kesehatan membantu dan menindak cepat untuk melakukan trescing
Perlu diketahui, ditanggal (19/6/2021) kemarin, ada 142 orang dilakukan tes antigen. Dan hasilnya terdapat 21 dinyatakan positif. Kemudian ditanggal (20/6/2021) ada 142 orang mengikuti ziarah dan 103 orang itu telah terjadi kontak erat. Dan hasilnya dari 103 orang setelah dites viciar terdapat 32 orang dinyatakan positif. Jadi jumlahnya ada 53 orang positif dari 245 orang yang dilakukan tes melalui antigen. Ini artinya Kota Pasuruan memasuki zona Merah Kembali.
Maka dari itu, dari kejadian klaster ziarah itu, keputusan kita pertama mengambil langkah sesuai prosedur bagi yang dinyatakan positif. "Pertama, kita melakukan karantina bagi yang tidak gejala. Kalau bagi yang sakit kita lakukan pengobatan ke RS Sudarsono. Sementara untuk Kelurahan Trajeng dalam pengawasan ketat oleh aparat. Ini dilakukan untuk mengawasi keluar masuknya pengunjung," jelas Gus Ipul.
Baca juga: Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar NegeriĀ
Kedua, jika melihat sebaran, pihak Pemkot Pasuruan sepakat melakukan penyekatan kembali di 17 titik selama satu minggu sampai dua minggu ke depan. "Saya mohon maaf pada pelaku usaha yang sementara dilakukan penyekatan di dititik tertentu. Karena ini demi keselamatan. Kami tidak ingin Kota Pasuruan makin hari, makin membara," ujarnya.
Ketiga, kita lakukan percepatan vaksinasi lansia. Dimana salah satu kegiatanya menjelang hari bayangkara. Untuk itu, Kapolres akan membantu melakukan Vaksinasi masal. "Berikutnya keempat, kita akan mengajak masyarakat dengan berbagai cara untuk peduli menyelenggarakan protokol kesehatan setiap aktifitas kita. Dari 4 aitem inilah yang menjadi keputusan kita," terang Gus Ipul.
Baca juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?
Menanggapi ini, Kapolres Kota Pasuruan, AKBP Arman, mendukung penuh langkah Pemkot Pasuruan untuk melakukan pembatasan bagi yang kerumunan. "Dalam seminggu kami akan melakukan pembatasn di 17 titik. Berharap masyarakat untuk kerjasamanya. Kami mohon pengertianya untuk sabar di rumah saja dan kita akan lakukan vaksinasi masal tanggal 26. Dan ini dalan rangka hari bayangkara," pungkasnya. (Mat)
Sementara, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Dokter Serly menyampaikan dalam dua minggu terkahir ini telah terjadi lonjakan Covid-19 kisaran 20 orang positif. "Lonjakan Covid-19 ini, ada di 4 kelurahan semua rata-rata positif. Mengenai klaster peziarah walilimo kemarin, kami karantina di 3 rumah,"singkatnya. (Mat)
Editor : Redaksi