Target Herd Immunity Pemerintah Pusat

Lapas Madiun dan Surabaya Vaksin Dosis Ketiga

potretkota.com

Potretkota.com - Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama dan dosis ketiga (booster) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), pada Senin (28/2/2022) pagi.

Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova mengatakan bahwa, cakupan vaksinasi Covid-19 di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun telah mencapai 81 persen. Hal tersebut merupakan capaian baik sekaligus kontribusi Lapas Pemuda Madiun dalam pengendalian Covid-19 di Indonesia khususnya di Lembaga Pemasyarakatan.

Baca juga: Wamentan Optimistis Indonesia Mampu Produksi Vaksin Hewan

"Dengan dilaksanakannya vaksinasi tersebut, Lapas Pemuda Madiun telah melampaui syarat herd immunity yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Karena prosentase pelaksanaan vaksinasi telah mencapai 81 persen," kata Kalapas Ardian Nova.

Menurut Ardian Nova, ini berkat kerja sama dan sinergitas seluruh Stakeholder dan antusias masyarakat serta warga binaan pemasyarakatan untuk disuntuk vaksin. "Alhamdulillah, Lapas Pemuda Madiun akhirnya telah mencapai target dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat," tutup Ardian Nova.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Pemuda Madiun, Rachmad Tri Raharjo menjelaskan bahwa, vaksinasi ini dilakukan untuk mendukung program Pemerintah dalam menciptakan herd immunity kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Terutama untuk mencegah penularan Covid-19 jenis Omicron dan mencegah seseorang yang sudah tertular agar tidak mengalami gejala yang buruk akibat terinfeksi virus," jelas Rachmad usai mendampingi pelaksaan vaksin di Aula Adi Sudjatno Lapas Pemuda Madiun.

Menurut Rachmad, hari ini sasarannya sebanyak 152 WBP disuntik Dosis 1, yang Booster sebanyak 26 WBP. Vaksinnya dengan Astra Zeneca. Namun demikian, pelaksanaan vaksinasi tidak akan berhenti sampai disini, karena Lapas Pemuda Madiun akan kembali lakukan vaksinasi dosis 2 dan vaksinasi lanjutan (booster) untuk meningkatkan kekebalan imun WBP.

“Vaksinasi Covid-19 untuk warga binaan akan terus berlanjut seiring dengan datangnya narapidana baru. Maka dari itu, setiap WBP akan kita pastikan dulu, sudah disuntik vaksin atau belum,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kasi Rachmad menyebutkan ada beberapa warga binaan yang belum bisa disuntik vaksin karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai dengan tanggal lahir. Juga ada beberapa WBP yang NIK-nya sudah digunakan oleh orang lain padahal belum menerima vaksin.

Baca juga: Aturan Baru Bagi Penumpang KAI per 17 Juli 2022

“Jadi nama sama NIK-nya double. Nanti kita telusuri, jika yang bersangkutan belum divaksin, nanti akan dilakukan vaksin susulan, yang sertifikat vaksinnya manual. Tapi kalau memang benar sudah divaksin, tinggal menunggu jadwal untuk dosis kedua,” pungkas Rachmad.

Vaksin di Lapas Surabaya

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya Kanwil Kemenkumham Jatim, menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster, pada Sabtu (26/3/2022). Total ada 160 orang yang mendapatkan vaksin booster. Mulai dari petugas, keluarga petugas dan warga binaan.

Warga binaan mendapatkan porsi terbesar. Sebanyak 126 warga binaan telah disuntik vaksin dosis ketiga. Sedangkan untuk petugas ada 6 orang dan 8 orang anggota keluarganya. "Alhamdulillah, sudah ada 140 orang yang bisa divaksin hari ini," ujar Kalapas Surabaya Gun Gun Gunawan.

Baca juga: Hakim di Lampung Putus Bebas Terdakwa Sabu 92Kg

Gun Gun menyebutkan bahwa vaksinasi yang digelar di Pujasera Lapas itu merupakan kolaborasi dengan TNI. Tepatnya Komando Distrik Militer (Kodim) 0816 Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, pihak Kodim 0816 Sidoarjo menerjunkan 7 personel didampingi tim Latubaya Sehat dan yang dipinpin dokter Lapas Surabaya.

"Vaksinasi booster kami prioritaskan untuk warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan berupa 6 bulan setelah vaksinasi dosis ke-2 dan keluarga pegawai yang yang sudah memiliki jadwal vaksinasi ke-3," terang Gun Gun.

Gun Gun menjelaskan saat ini pihak lapas memang memperketat prosedur penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, pihaknya tidak mau kasus tahun lalu terulang kembali. "Kami banyak belajar dan sudah memiliki SOP baru yang lebih ketat untuk melindungi warga binaan dari terpaan omicron," tegasnya.

Selain itu, pelayanan kunjungan juga masih ditiadakan. Para petugas, khususnya yang bertugas menjaga blok juga rutin dilakukan tes swab antigen setiap tiga hari. Mengingat, saat ini ada sekitar 2.000 orang warga binaan yang menghuni lapas yang terletak di Desa Kebon Agung itu. "Kami target bulan depan semua warga binaan kami sudah tuntas untuk vaksin booster," pungkas Gun Gun. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru