Potretkota.com - Setelah dua tahun tak digelar akibat pandemi Covid 19, warga Kota Surabaya dan sekitarnya antusias menyaksikan Festival Rujak Uleg yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 729. Festival Rujak Uleg ini diselenggarakan di Jalan Kya-Kya, Kembang Jepun, Surabaya, Minggu malam (22/05/2022).
Bahkan, warga terlihat tumplek blek di sepanjang jalan tersebut. Acara spektakuler itu juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta Forkopimda. Eri mengatakan, hal ini menunjukkan kebangkitan Kota Surabaya dan momentum kebangkitan ekonomi Surabaya.
Baca juga: Sidang Ganjar Pemkot Surabaya: TPPU 2016, Gratifikasi 2017
“Ayo kita bareng-bareng seluruh warga Kota Surabaya, tolong jaga kota ini, karena yang bisa menjaga kotanya adalah warganya, yang bisa menggerakkan ekonomi adalah warganya. Jadi, mulai sekarang ayo kita bareng-bareng menjadikan Kota Surabaya yang lebih hebat lagi dan humanis,” kata Eri.
Tidak seperti biasanya, dalam gelaran acara Festival Rujak Uleg Surabaya dalam rangka HJKS kali ini digelar lebih atraktif dengan parade busana, atrakasi Barongsai, Jaranan, dan Tarian Tradisional Surabaya yang mewarnai Panggung Rujak Uleg itu.
“Saya sangat senang karena yang datang kali ini sangat banyak, Insya Allah ini akan membawa berkah. Dengan antusiasme yang sangat luar biasa ini, dengan semangatnya warga Kota Surabaya, maka ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk lebih mengembangkan Kota Surabaya kedepannya,” ujar Eri.
Selain itu, Festival Rujak Uleg ini juga untuk trigger dalam rangka menghidupkan kembali kawasan Kya-Kya, Jalan Kembang Jepung, Surabaya. Menurutnya, inilah tempat makannya di Kota Surabaya, sehingga nanti, dia memastikan akan menghidupkan lagi tempat makan di kawasan Kya-Kya, menghidupkan lagi Kampung Pecinan, dan menghidupkan kembali Barongsai di kawasan tersebut.
“Kita punya banyak budaya, kita punya banyak tempat wisata, siapa yang bisa melakukan ini, ya warga Kota Surabaya, kita buktikan malam ini. Insya Allah dengan kebersamaan pasti bisa. Jadi, ini trigger untuk menghidupkan kawasan ini. Surabaya ini banyak tempat wisata, termasuk wisata kuliner, dan salah satu wisata kuliner itu di Kembang Jepun ini,” terang Eri.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendoakan agar warga Kota Surabaya, terutama yang hadir dalam Festival Rujak Uleg itu diberikan keberkahan serta keluasan rezeki. Ia juga berpesan kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga persaudaraan demi mengukuhkan dan menjadikan Surabaya hebat.
Baca juga: Hakim Putuskan Dakwaan TPPU Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya Batal Demi Hukum
“Semoga ke depan Festival Rujak Uleg ini bisa terus digelar. Untuk kebersamaan, kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mudah-mudahan warga Surabaya, terutama yang hadir dalam acara ini selalu diberikan rezeki yang luas. Persaudaraan dan persatuan kita semua harus bisa menjadikan Surabaya hebat. Seduluran dijogo nggih, mugi-mugi rezeki panjenengan semua berkah,” pesan Khofifah.
Eri Cahyadi bersama Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Forkopimda Surabaya dan tamu kehormatan Nguleg Rujak bersama-sama di sebuah cobek raksasa. Mereka mengelilingi cobek berdiameter 2,5 meter dengan berat 1,2 ton itu.
Dengan penuh keakraban, mereka pun nguleg bersama. Tak lama kemudian, mereka pun membagikannya kepada warga Kota Surabaya yang menyaksikan acara tersebut. Warga pun sangat gembira karena mendapatkan rujak uleg dari Wali Kota, Gubernur dan juga Forkopimda Surabaya.
“Saya sangat senang karena yang datang kali ini sangat banyak, Insya Allah ini akan membawa berkah. Dengan antusiasme yang sangat luar biasa ini, dengan semangatnya warga Kota Surabaya, maka ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk lebih mengembangkan Kota Surabaya kedepannya,” kata Eri.
Baca juga: Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya Minta Majelis Hakim Gugurkan Perkara TPPU
Eri mengatakan, kedepannya kawasan itu akan ditata kembali, seperti gedung-gedungnya akan dicat bersama para pengusaha di kawasan tersebut, dan warung-warungnya akan ditata ulang. Karena di kawasan tersebut terkenal dengan kulinernya, maka nanti akan dikembangkan kulinernya.
“Jadi, menikmati kuliner Surabaya nanti bisa di Tunjungan Romansa dan juga bisa di Kya-Kya, nanti juga akan ada barongsainya,” tegas mantan Kepala Bapeko Surabaya ini.
Menurut Eri, dengan semangat dan kekuatan yang luar biasa dari warga Kota Surabaya, maka dia yakin akan bisa menghidupkan kembali kawasan Kya-Kya itu. “Kalau nguleg bareng aja kita bisa, maka membangun Surabaya lebih hebat lagi dengan kebersamaan, Insya Allah kita pasti bisa. Memang kesempurnaan itu hanya milik Gusti Allah, tapi kita harus terus mencoba, karena apapun harus kita lakukan untuk kepentingan umat,” pungkas Eri. (Fred)
Editor : Redaksi