Gagal Booster Gara-gara PeduliLindungi

Korban Pemalsuan Data Vaksin Dipimpong Polisi

potretkota.com
Subadri Arifqi warga Jonggol saat diwawancara wartawan

Potretkota.com - Subadri Arifqi warga Jonggol, Jawa Barat ke Condet, Kramat Jati, Jakarta harus pasrah karena tidak bisa mendapat vaksin booster Covid-19. Menurutnya, data pribadinya sudah masuk aplikasi PeduliLindungi, sudah vaksin booster.

"Ketika didata nama identitas saya sudah divaksin dengan jenis vaksin Covovax-Novavax pada 28 Maret 2022. Di data PeduliLindungi tervaksin di Polres Bogor," ujar Subadri, Senin (20/6/2022).

Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat

Pria 37 ini mengaku, padahal sejauh ini ia belum pernah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis tiga, sehingga ia rela menempuh perjalanan 23 kilometer dari Jonggol ke Condet demi mendapat vaksinasi.

Saat dilokasi malah gagal lantaran pada aplikasi PeduliLindungi namanya dinyatakan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 booster, oleh petugas gerai vaksin Polsek Kramat Jati dia dinyatakan tidak bisa divaksin.

Baca juga: Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri 

"Saya pikir ini sangat memalukan ya, bobrok pendataannya. Walaupun nama saya sendiri yang sudah divaksin tapi saya kecewa. Kalau kesehatan bermasalah karena belum vaksin bagaimana," ujarnya.

Subadri sudah berupaya menanyakan masalah ini kepada petugas gerai vaksinasi Covid-19 dan Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini terkait masalah data yang dialami. Tapi, malah oleh polisi dipimpong ke Dinas Kesehatan Bogor untuk ditindaklanjuti masalah pendataan sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis boosternya.

Baca juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri

"Saya duga ini ada manipulasi data, ada yang memakai data saya. Padahal vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh warga. Tapi kok data masih bisa dimanipulasi," pungkas Subadri.

Atas perkara ini Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini belum dapat dikonfirmasi soal tindak lanjut pemalsuan data PeduliLindungi. (Yanto)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru