Potretkota.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Dandy Suprayitno diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro diperiksa atas dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Bojonegoro.
Menurut Dandy Suprayitno, pengelolaan BOS diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Regular. "Disitu dijelaskan larangannya," ucapnya, Senin (14/8/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.
Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Senada, Sigit bagian Manajemen Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (MARKAS) staf Dinas Pendidik Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, sesuai petunjuk teknis BOS ada beberapa standar. Dan untuk tim BOS penanggung jawab Kepala Sekolah. "Anggotanya bendahara, ada unsur guru, dari unsur komite sekolah dan satu orang tua yang dipilih kepala sekolah dan komite dengan mempertimbangkan kredibelitas," terangnya.
Dalam hal ini, terdakwa Reny Agustina melalui kuasa hukumnya Sujito mengaku, tugas kliennya hanya membantu administrasi Bendahara menyelesaikan BOS, yang itu tidak diatur dalam peraturan menteri. "Jadi kami tidak tau kenapa Reny juga ikut diseret jadi terdakwa, padahal semua pekerjaan berdasarkan perintah pimpinan," herannya.
Baca juga: Perkara Demo Isu Perselingkuhan, Hakim Minta Jemput Paksa Kadindik Jatim Aries Agung Paewai
Meski diakui pernah menerima uang dari BOS, kuasa hukum Reny mengaku itu bagian dari fee seperti yang didapat guru lainnya. "Sama halnya dengan guru lainnya, Reny menerima honor karena sudah menjalankan pekerjaan. Guru lainnya dilepas, tapi Reny ditahan. Ini kan aneh?" tambah Sujito.
Untuk diketahui, Reny Agustina staf bendahara SMP Negeri 6 Bojonegoro ditahan bersama atasannya Bendahara Edi Santoso. Keduanya jadi pesakitan karena didakwa menyalahgunaan BOS tahun 2020-2021 total Rp695.073.443.
Baca juga: Nama Sae’an Choir P2SEM Muncul di Sidang Hibah Pokir DPRD Jatim
Dalam persidangan terungkap, uang sebanyak itu dibagikan kepada guru-guru termasuk Kepala Sekolah Sarwo Edi yang mengklaim hanya mendapat bagian Rp22,5 juta. (Hyu)
Editor : Redaksi