Potretkota.com - Hadirnya Suryanaga Cup menjadi tonggak sejarah kebangkitan bulu tangkis di Surabaya. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengkot PBSI Surabaya Bayu Wira, Senin (18/12/2017).
“Kami berharap melalui pencarian bibit di kejuaraan kelompok umur ini akan menghasilkan pemain-pemain masa depan pengganti Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan yang pernah membawa nama besar Suryanaga hingga Indonesia ke tingkat olimpiade,” kata Bayu yang juga menjabat Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) Jatim.
Baca juga: Atlet Muda Balap Sepeda Berbagai Daerah Unjuk Prestasi di Macan Gunung Bromo Series 2
Meskipun Suryanaga Cup yang digelar di Gor Bulutangkis Surya Naga bersifat lokal, namun pesertanya membludak. Bukan hanya dari tanah air, tetapi juga luar negeri. Dua negara Malaysia dan Korea Selatan menyertakan atletnya untuk ikut bersaing di kejuaraan yang akan berlangsung hingga Sabtu (23/12/2017) mendatang.
Sementara, Ketua Panpel Poli Purnama menginformasikan ada total 745 atlet dari 89 klub bulu tangkis dari berbagai daerah tampil di kejuaraan yang cukup lama vakum, dan kini kembali digelar. Di antaranya dua klub asal Malaysia dan pemain dari Korea Selatan.
Baca juga: Pasca Viral, Wali Kota Pasuruan Janji Tambah Reward Atlet
“Ada lima kelompok umur yang dipertandingan yakni kelompok pra usia dini, usia dini, pemula, taruna dan remaja baik putra maupun putri,” jelas Bayu.
Ditempat yang sama, Ketua Umum PB Suryanaga Yacob Rusdianto mengakui animo besar peserta Suryanaga Cup 2017 memberikan tantangan bagi dia bersama pengurus lainnya untuk bisa menggelar even lebih akbar lagi.
Baca juga: Prestasi Tak Sejalan Penghargaan, Atlet Kota Pasuruan Kecewa
“Kami berharap Suryanaga Cup pertama setelah masa kevakuman ini akan terus berlanjut. Bahkan saya optimis bisa mengandakan lebih besar dengan menambah jumlah kelompok umur yang dipertandingkan,” pungkas Yacob Rusdianto. (AH)
Editor : Redaksi