Potretkota.com - Berawal dari seringnya mengkonsumsi mie instan dan minuman bersoda, Micel Cecilia Putri Melda divonis gagal ginjal kronis stadium 5, April 2022 lalu. Gadis berusia 13 tahun ini menjalani cuci darah seminggu dua kali sampai sekarang.
Anak pasangan Melly dan Daud asal Karang Tengah Desa Duren Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun yang duduk dibangku kelas 2 SMP Negeri 2 Pilang Kenceng Caruban Madiun diketahui sakit berawal mengalami sesak nafas.
Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat
Dari serangkaian pemeriksaan di kedokteran setempat, Micel yang tidak mempunyai riwayat penyakit akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya. Panjangnya durasi pengobatan yang harus dijalankan sang buah hati mendorong Melly dan suami untuk tinggal lebih lama di Surabaya.
Baca juga: Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
Sempat kebingungan terkait tempat tinggaL, kedua orang tua Micel akhirnya bisa bernapas lega saat mengetahui informasi keberadaan Rumah Singgah Rumahku. “Sebuah rumah singgah bagi pasien dan anak-anak penderita penyakit kronis lain dengan biaya cuma-cuma,” jelas Melly kepada wartawan, Selasa (6/8/2024).
Sementara, Ema Yani dari Yayasan Rumah Singgah Que yang berlokasi di kawasan Jalan Nginden Intan Timur Barat Surabaya mengaku, iya dan empat rekan lainnya dengan sukarela membangun Rumah Singgah untuk memfasilitasi para pasien penyakit kronis dari berbagai daerah yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan di Surabaya.
Baca juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?
“Semua fasilitas tempat tinggal gratis, termasuk disediakan bahan-bahan memasak secara gratis untuk para orang tua yang mendampingi anak ataupun kerabatnya yang sedang menjalani pengobatan di sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya,” jelas Ema Yani. (KF)
Editor : Redaksi