Potretkota.com - Direktur Koordinasi dan Supervisi wilayah III KPK Eli Kusumastuti mengungkap bahwa potensi korupsi di Jawa Timur masih besar. Hal ini diungkapnya dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang di selenggarakan oleh Provinsi Jawa Timur di Taman Chandra Wilwatikta, Rabu, (18/12/2024).
"Potensi korupsi di Jatim masih cukup besar dan itu ada di pengadaan barang dan jasa, Penganggaran serta perizinan," Ujar Eli Kusumastuti, Direktur Koordinasi dan Supervisi KPK wilayah III.
Baca juga: Ganjar Siswo Pramono Tidak Pernah Lapor Gratifikasi ke KPK
Ia menjelaskan bahwa potensi itu bisa diminimalisir dengan koordinasi yang baik serta meminimalisir celah ruang korupsi itu sendiri seperti saat pengangkatan dan pengadaan barang dan jasa yang seringkali terungkap nilai kerugian negara akibat korupsi.
Menanggapi hal ini PJ Gubenur Jawa Timur Adhy Karyono menuturkan bahwa bihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir ruang korupsi seperti saat pengadaan barang dan jasa serta pengurusan perizinan.
Baca juga: Pemberi Uang Bupati Situbondo Diseret KPK ke Pengadilan Tipikor
"Untuk pengadaan barang dan jasa kami sudah menggunakan Evommerace dan EKatalog serta untuk perizinan melalui perizinan online satu atap," tutur Adhy Karyono
Di Jawa Timur dengan 38 Kabupaten serta Kota menurut Eli sangat memungkinkan ruang korupsi masih ada dan ini diungkapnya kepada kepala daerah Kabupaten dan Kota yang juga dijabat oleh PJ serta kepala OPD Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Pegawai DPRD Jatim Masuk Daftar Catatan Pokir Kusnadi Rp10 Miliar
Pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini Adhy juga memberikan apresiasi kepada Desa anti korupsi serta sekolah menengah atas yang siswanya dinilai berhasil memberikan penyuluhan tentang korupsi dan penyuluh anti korupsi yang bertugas memberantas korupsi melalui penyuluhan. (dyt)
Editor : Redaksi