Potretkota.com - Setiap bulan, pelanggan PDAM Surya Sembada milik Pemerintah Kota Surabaya dikenai retribusi kebersihan dengan besaran rata-rata antara Rp11 ribu hingga Rp24 ribu.
Retribusi tersebut dipungut melalui tagihan PDAM, kemudian disalurkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sebelum disetorkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Baca juga: Ancaman Bencana Akibat Hutan Nongkojajar Dibabat Perhutani
Namun, berdasarkan data yang diperoleh Potretkota.com, terdapat perbedaan antara nilai retribusi yang dipungut dari pelanggan dengan jumlah yang tercatat pada tahap penyetoran berikutnya. Selisih tersebut disebut mencapai hampir 40 persen.
Data penerimaan menunjukkan nilai pungutan dari masyarakat Kota Surabaya yang signifikan setiap harinya. Pada 4 Maret 2026 misalnya tercatat penerimaan sebesar Rp940 juta, kemudian Rp509 juta pada 5 Maret 2026, dan Rp274 juta pada 4 Maret 2026. Selama tiga hari tarikan retribusi kurang lebih Rp1,7 miliar.
Baca juga: Polres Pasuruan, Anggota DPRD dan Pegiat Lingkungan Tebar 6.000 Benih Ikan dan Bagikan Bibit Pohon
Retribusi tersebut selanjutnya disetorkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, tanggal 4–6 Maret 2026 Rp1,19 miliar. Dengan demikian terdapat selisih sekitar Rp532 juta dari total penerimaan retribusi.
Dari nilai Rp1,19 miliar, kemudian tanggal 4–6 Maret 2026 disetorkan Bapenda Kota Surabaya Rp897 juta. Terdapat selisih sekitar Rp295 juta antara dana yang diterima DLH dan yang disetorkan ke Bapenda.
Baca juga: Surabaya Dorong Eco Composter, Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kekuatan Ekonomi Sirkular
Baru-baru ini, salah satu pejabat PDAM Surya Sembada saat dikonfirmasi menyatakan, retribusi yang ditarik dari warga Kota Surabaya sepenuhnya disetorkan kepada DLH Kota Surabaya. Menurutnya, semua tagihan tidak ada yang mengendap. "Semua tagihan langsung kita setor ke DLH," katanya.
Sementara, atas dugaan susutnya penerimaan retribusi kebersihan tersebut, Maria Agustin Yuristina Sekretaris DLH Pemkot Surabaya beberapa kali dikonfirmasi memilih bungkam. (Hyu)
Editor : Redaksi