Kawasan Rumah Pangan Lestari

Kampung Bunga Purworejo Memanen Ketahanan Pangan

potretkota.com
Warga Kampung Bunga Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan.

Potretkota.com - Deretan tanaman hijau menyambut setiap orang yang memasuki Kampung Bunga, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Bukan hanya hamparan bunga warna-warni yang mempercantik lorong kampung, tetapi juga berbagai tanaman pangan yang tumbuh subur di setiap sudut kawasan.

Di balik keasrian itu, terdapat semangat gotong royong warga yang terus menjaga keberlangsungan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kampung Bunga. Sejak berdiri pada tahun 2018, KRPL tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Kepala Desa Semare Diperiksa Unit Tpikor Polres Pasuruan Kota

Puluhan jenis tanaman produktif berhasil dibudidayakan di kawasan ini. Mulai dari cabai, terong, tomat, pepaya, ceri, kacang panjang, mentimun, pisang Cavendish, sawi pakcoy, brokoli hijau, hingga berbagai tanaman obat keluarga seperti jahe, serai, kunyit putih, temulawak, kencur, dan bunga telang.

Ketua RT 03 RW 04, Slamet Suginoto, yang juga menjadi salah satu penggerak KRPL Kampung Bunga, mengatakan keberadaan KRPL tumbuh bersama dengan Pokdarwis Kampung Bunga. Selama delapan tahun terakhir, kawasan tersebut terus berkembang berkat keterlibatan aktif para ibu PKK RW 04 yang menjadi motor pengelolaan sekaligus panen berbagai tanaman.

"KRPL Kampung Bunga ada sejak 2018 bersamaan dengan Pokdarwis Kampung Bunga. Saat ini sudah menghasilkan berbagai sayuran dan tanaman obat yang dipanen secara rutin oleh ibu-ibu PKK RW 04 yang juga menjadi anggota KRPL," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Inovasi juga terus dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai media tanam. Botol-botol yang diperoleh dari Bank Sampah RW disulap menjadi wadah untuk menanam cabai Mahkota Dompol dan sawi pakcoy.

Menurut Slamet, cara tersebut bukan hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjadi solusi bercocok tanam di lahan yang terbatas.

"Cabai Mahkota Dompol dan sawi pakcoy kami tanam menggunakan botol bekas yang kami beli dari Bank Sampah RW. Selain memanfaatkan barang bekas, cara ini juga efektif untuk mengembangkan tanaman di lingkungan permukiman," jelasnya.

Baca juga: Jukir dan Satpol PP Kota Pasuruan Adu Argumen saat Penertiban

Semangat bercocok tanam ternyata menular kepada warga. Banyak keluarga yang kini memanfaatkan halaman rumah mereka untuk menanam sayuran, buah-buahan, hingga tanaman obat keluarga. Hasil panennya tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membantu mengurangi pengeluaran sehari-hari.

Watalkha, salah seorang warga Kampung Bunga, mengaku ikut merasakan manfaat dari keberadaan KRPL. "Kami selain ikut di KRPL juga menanam sayuran dan buah di halaman rumah. Hasilnya bisa menambah nutrisi makanan keluarga," tuturnya.

Suasana Kampung Bunga pun semakin nyaman dengan ribuan tanaman hias yang menghiasi jalan masuk hingga lorong-lorong permukiman. Kombinasi antara bunga dan tanaman pangan menghadirkan lingkungan yang sejuk, bersih, sekaligus produktif.

Dukungan terhadap keberadaan KRPL juga datang dari Pemerintah Kelurahan Purworejo. Lurah Purworejo, Yanuar Catur Pamungkas, menilai kekompakan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan tersebut.

Baca juga: Polisi dan Ulama Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas di Pasuruan

"Masyarakat di sana sangat kompak dan guyub sehingga KRPL berjalan dengan baik. Hasil panennya juga bisa dinikmati warga yang ingin membeli sayur dan buah dengan harga lebih terjangkau," katanya.

Beragam hasil panen dari KRPL kini dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasar. Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga, keberadaan KRPL juga memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Ke depan, Pemerintah Kelurahan Purworejo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar KRPL Kampung Bunga semakin berkembang. Harapannya, kawasan ini tidak hanya menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang hijau dan produktif, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Di Kampung Bunga, ketahanan pangan tidak hanya menjadi sebuah program. Ia tumbuh dari kepedulian warga, semangat gotong royong, dan kreativitas memanfaatkan apa yang ada. Bahkan dari sebuah botol plastik bekas, harapan akan masa depan yang lebih hijau dan mandiri dapat terus bertumbuh. (dyt)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru