Potretkota.com - Dewan Pendidikan Jawa Timur mendorong penguatan pendidikan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kepedulian lingkungan, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik.
Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof. Dr. Warsono, M.S, mengatakan persoalan sampah merupakan isu universal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak dini melalui dunia pendidikan.
Baca juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
"Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Persoalannya bukan bagaimana menghindari sampah, tetapi bagaimana mengelolanya agar memberikan manfaat," ujar Warsono usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan sampah, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membahas aspek kebijakan, tetapi juga mengulas persoalan sampah dari sisi akademik, termasuk dampak negatif limbah, khususnya sampah plastik, serta berbagai praktik terbaik (best practice) yang telah diterapkan di sekolah.
Warsono menjelaskan, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui pendekatan pendidikan, siswa diharapkan memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis.
Baca juga: Surabaya dan Darurat Pendidikan Afektif di Era Disrupsi
"Dengan mengenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), anak-anak akan belajar mengurangi penggunaan plastik sekaligus memahami bahwa sampah dapat menjadi sumber pendapatan apabila dikelola dengan baik," katanya.
Ia menambahkan, pendidikan pengelolaan sampah juga membuka wawasan peserta didik mengenai peluang usaha berbasis ekonomi sirkular. Menurutnya, generasi muda tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan di sektor formal, tetapi juga didorong menciptakan peluang usaha melalui inovasi pengolahan sampah berbasis teknologi dan pengetahuan.
"Jangan sampai anak-anak berpikir bahwa satu-satunya pilihan adalah bekerja di pabrik. Masih banyak peluang ekonomi lain yang bisa dikembangkan dari pengelolaan sampah jika didukung ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.
Baca juga: Teror Penghapusan Berita Digital Jadi Sorotan, Praktisi Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
Usai kegiatan tersebut, Sekolah diharapkan terus mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran. Sementara itu, dunia usaha dan industri diharapkan berkontribusi dalam pengelolaan sampah, sedangkan sektor perbankan dan jasa keuangan dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat maupun generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di bidang pengelolaan sampah.
Menutup keterangannya, Warsono mengajak seluruh masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. "Kita harus memiliki kesadaran bahwa sampah jangan hanya dipandang sebagai masalah. Sampah juga bisa menjadi berkah apabila kita mengetahui cara mengelola dan memperlakukannya dengan benar," pungkasnya. (ASB)
Editor : Redaksi