Kecil Berbakat

Shanessa Maldiva Khu Bidik Mahkota Putri Anak Jawa Timur 2026

Reporter : Achmad Syaiful Bahri
Foto istimewa: Shanessa Maldiva Khu.

Potretkota.com – Shanessa Maldiva Khu, bocah 11 tahun yang menekuni modeling, singing dan dancing, kini serius mengembangkan diri di dunia pageantry. Ia mengikuti ajang Putra Putri Jawa Timur 2026 kategori cilik dan berhasil masuk grand final bersama 17 finalis. Kompetisi tersebut menjadi pengalaman pageantry pertamanya, langkah awal mengejar mahkota Putri Anak Jawa Timur.

Bagi Shanessa, kompetisi tersebut menjadi pengalaman yang dinanti dengan penuh antusias. Ia ingin memanfaatkan kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar dari proses persiapan menuju grand final. Di tengah persaingan bersama para finalis lainnya, Shanessa membawa target untuk meraih penghargaan Putri Anak Jawa Timur 2026.

Baca juga: Shanessa Maldiva Khu, Bocah 11 Tahun yang Tekuni Modeling, Singing dan Dancing

“Saya merasa sangat bersemangat dan bahagia karena ini adalah kompetisi pageantry pertama yang pernah saya ikuti. Saya sangat bersemangat untuk merasakan pengalaman ini dan melihat bagaimana hasilnya nanti. Target saya dalam kompetisi tersebut adalah memenangkan penghargaan Putri Anak Jawa Timur 2026,” ujar Shanessa, Senin, (31/08/2026).

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Shanessa mengikuti kompetisi. Kehadiran mereka membuatnya merasa lebih percaya diri ketika menjalani setiap tahapan. Bagi Shanessa, dukungan tersebut bukan hanya berupa bantuan, tetapi juga kepercayaan terhadap kemampuannya.

“Orang-orang yang membantu saya ketika mengikuti kompetisi adalah orang-orang yang mendukung saya, orang-orang yang membantu saya, dan orang-orang yang percaya bahwa saya bisa melakukannya. Saya merasa sangat bahagia mengetahui bahwa ada orang-orang yang mendukung dan percaya kepada saya,” tuturnya.

 

Pengalaman Shanessa di atas panggung sebenarnya sudah terbangun sebelum mengikuti ajang pageantry. Ia pernah mengikuti sejumlah fashion show di Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Batu, termasuk Jogja Fashion Week. Selain kegiatan modeling, Shanessa aktif di sekolah melalui lomba dance dan choir. Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk mengasah keahlian.

Tidak hanya mengandalkan pengalaman di panggung, Shanessa juga mulai mengembangkan diri sebagai content creator. Kontennya beragam, mulai dari makanan, tempat hingga fashion, dengan dukungan sejumlah kafe dan pemilik pakaian. Aktivitas tersebut membuatnya belajar menyampaikan pendapat sekaligus berinteraksi dengan penonton.

Baca juga: Gus Kikin Terima Amanah Maju Calon Ketua Umum PBNU

“Saya biasanya membuat konten setiap minggu. Kadang-kadang saya membuatnya dua kali dalam seminggu. Saya mendapat dukungan dari kafe-kafe dan juga pakaian untuk membuat konten, menggunakan pakaian mereka dan menghibur orang-orang. Saya juga membuat konten tentang makanan, mereview tempat, makanan, dan berbagai hal yang ingin saya bagikan pendapat saya,” ungkap Shanessa.

Di dunia pageantry, Shanessa memiliki sosok yang menjadi sumber inspirasi, yakni para Puteri Indonesia. Ia ingin mengikuti jejak mereka, bukan hanya dalam penampilan, tetapi juga dalam kepercayaan diri dan kemampuan membawa diri. Sementara di dunia musik, Shanessa mengagumi Sienna Spiro, Justin Bieber, Taylor Swift dan Ariana Grande.

“Saya sangat ingin menjadi seperti Puteri Indonesia,” ujarnya. Sementara di dunia musik, ia mengagumi Sienna Spiro, Justin Bieber, Taylor Swift dan Ariana Grande. “Saya menyukai Sienna Spiro, Justin Bieber, Taylor Swift, Ariana Grande, dan penyanyi-penyanyi yang sangat luar biasa serta bisa bernyanyi seperti malaikat,” katanya.

Bagi Shanessa, panggung bukan sekadar tempat memperlihatkan busana dan kemampuan catwalk. Ia melihat setiap penampilan sebagai hasil dari proses belajar, latihan, dan perkembangan diri. Karena itu, kepercayaan diri menjadi bagian penting ketika berada di hadapan penonton. Baginya, hasil yang terlihat sempurna di atas panggung tidak terlepas dari latihan yang keras.

Baca juga: Jalan Terjal Emil dan Ancaman Kuda Hitam

“Ketika saya berjalan di atas panggung, saya merasa sangat bahagia dan sangat bersemangat. Karena saya tahu bahwa berjalan di atas panggung bukan hanya untuk menunjukkan pakaian, bukan hanya menunjukkan kemampuan catwalk yang telah saya pelajari, tetapi juga menunjukkan kepercayaan diri. Itu menunjukkan bahwa ada banyak proses dan perkembangan di baliknya yang membuat hasil akhirnya bisa menjadi sempurna seperti itu,” ujar Shanessa.

Setelah mengikuti kompetisi ini, Shanessa ingin terus mengejar prestasi sekaligus memberi dampak positif bagi orang lain. Ia berharap dapat meraih mahkota dari kompetisi yang diikutinya, sekaligus dikenal sebagai sosok yang mampu menginspirasi dan membantu. Melalui konten, ia juga ingin berbagi mengenai cara melakukan, memilih dan menikmati sesuatu.

“Saya ingin mendapatkan mahkota. Saya ingin memenangkan salah satu atau beberapa kompetisi yang saya ikuti. Saya juga ingin menjadi terkenal dan menjadi seseorang yang bisa menginspirasi orang lain serta bisa membantu,” kata Shanessa. “Saya ingin membantu orang lain dengan membuat konten tentang bagaimana melakukan sesuatu, bagaimana memilih sesuatu, bagaimana menikmati atau menyantap sesuatu, dan tentang tata krama,” tuturnya.

“Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan pernah menyerah. Karena ketika kesempatan datang, ambillah. Kalau kamu sudah takut terlebih dahulu, sudah menyerah terlebih dahulu, dan tidak berani mencoba, pada akhirnya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa,” tegasnya. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru