Potretkota.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka lelang Preservasi Rehabilitasi Jalan Surabaya-Waru dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 39.850.172.000. Dari ratusan peserta, proyek pekerjaan di Jalan Kenjeran-Jalan Sidorame Surabaya dimenangan oleh PT Feva Indonesia, dengan harga penawaran Rp 28.890.252.000.
Entah kenapa Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan I Surabaya PUPR memenangkan kontraktor PT Feva Indonesia? Padahal ada beberapa penawar lelang lebih rendah tidak lolos tender miliaran. Diantaranya, PT Kalisuruh Karsa Mandiri nilai penawaran Rp 28.683.757.000, sedangkan PT Modern Makmur Mandiri menawar Rp 28.715.210.000.
Baca juga: Dugaan Korupsi Jadi Pemicu Utang Pengelolaan Sampah Rp104 Miliar
Ketua Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Pekerjaan Konstruksi Metropolitan I Surabaya Izzudin Ismawanto, ST melalui Warso pengawas lapangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya belum bersedia dikonfirmasi. “Ke Kontrakor (PT Feva Indonesia) saja,” singkatnya.
Sementara, Chief Executive Officer (CEO) PT Feva Indonesia Agus Wibowo Wisudanto juga enggan dikonfirmasi. Pria yang tinggal di San Diego Blok M Pakuwon Surabaya ini menjelaskan, yang bisa menjawab pertanyaan seputar proyek Jalan Kenjeran-Jalan Sidorame Surabaya hanya pihak Kementrian PUPR.
Baca juga: KAI Jatim Soroti Dugaan Gratifikasi Bupati Sidoarjo Subandi
“Ini proyeknya siapa? Kementrian PU kan? Harusnya orang kementrian (Warso) bisa menjawab, dia kan yang punya proyek. Ibarat pengawas sampai tidak tau kan lucu,” jelas alumni Teknik Sipil S2 ITS angkatan 2009 ini, Minggu (16/12/2018).
Perlu diketahui, proyek miliaran ini diklaim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya sebagai persiapan menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru 2018. Namun sayang, proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 ini terindikasi dikorupsi, lantaran tidak sepenuhnya lelang dikerjakan.
Baca juga: Putusan Ganjar Siswo Pramono Bertambah Jadi 6 Tahun Penjara
Hal tersebut ditepis oleh Didik Wahyono selaku pengawas lapangan PT Feva Indonesia. Melalui nomer teleponnya, 08124983****, Didik mengaku semua pekerjaan Jalan Kenjeran-Jalan Sidorame sudah selesai. “Semua sudah selesai. Ini tinggal perawatan saja sampai Bulan Mei 2019,” akunya. (Hyu)
Editor : Redaksi