Potretkota.com - Jual obat ilegal, Tjandra Sanjaya bos toko obat Ban Tjie Tong di Jalan Jagalan No 16 Surabaya diadili oleh Ketua Majelis Hakim Pujo Saksono, diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (28/01/2019).
Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Nizar dari Kejati Jatim, menghadirkan saksi dari Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Sri Suryati. "Obat tradisional tersebut tidak ada ijin edar dari Badan POM," kata saksi Sri Suryati, dihadapan hakim.
Baca juga: Anggaran Street Art Fashion Carnival Pasuruan Jadi Sorotan
Menurut Sri Suryati, obat ilegal disembunyikan di bawah meja kasir di belakang. "Ditemukan obat tradisional berbagai merek tanpa izin edar didalam laci bawah meja kasir yang terkunci rapat," jawab Suryati.
Saat persidangan berlangsung, Tjandra Sanjaya terlihat santai. Terdakwa pun diadili tanpa pakai rompi. Usai menjalani sidang, terdakwa pun tidak dilakukan penahanan.
Baca juga: Pil Doble L Marak di Kota Pasuruan, Dinkes Beberkan Efek Berbahaya
BERITA TERKAIT: Toko Obat Ban Tjie Tong Jual Obat Ilegal
Untuk di ketahui, Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BBPOM) Surabaya, menggerebek toko obat tradisional Ban Tjie Tong, di jalan Jagalan Nomor 16 Surabaya, Rabu (17/4/2018) lalu. Penggerebekan dilakukan karena dilokasi ini dianggap menjual obat yang melanggar Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Baca juga: Ditangkap Bareskrim Polri, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Tak Tahan Jefry Bos Kosmetik Ilegal
Kepala BBPOM Surabaya Sapari saat dilokasi penggerebekan mengaku, dari ungkap di toko obat Ban Tji Tong, petugas menemukan dan menyita barang bukti sebanyak 780 kemasan obat ilegal import asal cina yang terdiri dari 34 item berbeda. Harga penjualan dari semua item, diperkirakan Rp 27 juta. (SA)
Editor : Redaksi