Potretkota.com - Pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Bangil patut disorot. Sebab, saat Joko Cahyono Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pasuruan mempertanyakan kondisi saudaranya Eko BS, warga Lumbang, Kecamatan Prigen, yang dirawat di ruang HCU lantai III Jantung dan Paru, malah dapat bentakan dari oknum dokter.
Oknum tersebut disebut bernama Dokter Widya Eka Damayanti. "Sangat memprihatinkan pelayanan di RSUD Bangil. Saya ingatkan bahwa informasi sel darah putih kondisi terakhir diperiksa 116, tapi yang diberikan diberikan Dokter Widya yakni 161. Saya ingatkan malah dbentak-bentak," keluhnya.
Baca Juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari fraksi partai Nasdem tentu mudah menghubungi Bupati atau Direktur RSUD Bangil, namun hal itu tidak dilakukan karena ingin menjadi masyarakat biasa yang taat prosedur.
"Saya konfirmasi baik-baik malah saya disebut LSM. Bukan malah minta maaf, malah membentak bentak ga karu-karuan," tambah Joko Cahyono.
Baca Juga: Cegah Superflu, Warga Surabaya Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
Meski sudah dijelaskan jika Joko Cahyono merupakan keluarga yang ingin tahu perkembangan pasien, namun Dokter Widya Eka Damayanti malah arogan, yang menyebut jika sang suami bekerja sebagai TNI.
"Saking lambatnya penanganan, saudara saya ini sampai meninggal dunia," pungkas Joko Cahyono.
Baca Juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?
Menaggapi hal tersebut, Hayat sebagai Humas RSUD Bangil mengatakan, masalah ini masih diklarifikasi dulu. "Intinya atas kejadian kemarin, saya belum klarifikasi pada beberapa tahapan klinik dan medis. Insyallah hari jumat nanti kita klarifikasi. Terkait permasalahan ini kita belum bisa menyimpulkan. Nanti akan saya rapatkan," dalihnya, akan menghadirkan Joko Cahyono. (Mat)
Editor : Redaksi