Potretkota.com - Para pemudik di tahun ini diprediksi mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Seperti di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, diperkirakan terjadi peningkatan penumpang hingga 90 persen saat puncak arus mudik masa libur Lebaran dan Idul Fitri 2022.
Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I BIZAM Arif Haryanto mengatakan, bahwa penumpang pesawat pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Bukan hanya didorong dengan pelonggaran persyaratan mudik dari pemerintah pusat, tetapi adanya libur panjang cuti bersama selama 10 hari, serta mulai dibuka penerbangan internasional pada 1 Mei mendatang dari Kuala Lumpur ke Lombok.
Baca Juga: Dua Kelompok Pengedar Narkoba Diringkus Polisi
"Tahun lalu ada 31.800 penumpang dan tahun ini diperkirakan capai 60.500 dengan 707 pergerakan pesawat. Naik 133 persen dari mudik tahun lalu 304 pergerakan pesawat," ungkapnya, Kamis, (28/04/22).
Peningkatan penumpang pesawat pada masa arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini, akan menjadi momentum masyarakat untuk melakukan perjalanan. Pasalnya selama 2 tahun belakangan ini sempat tertunda lantaran tidak bisa melakukan mudik akibat pandemi Covid 19, sehingga pemerintah memberlakukan persyaratan yang cukup ketat bagi para pelaku perjalanan.
Baca Juga: Upaya Kementan tak Mempan Peternak Tetap Khawatir
"Sekarang sudah ada kelonggaran, jadi masyarakat banyak yang mudik. Sehingga ada peningkatan penumpang pada lebaran tahun ini," tuturnya.
Sementara itu, sebagai upaya peningkatan antisipasi lalu lintas penerbangan bandara internasional Lombok mengoperasikan Posko Monitoring Angkutan Lebaran 2022 mulai hari 25 April - 10 Mei 2022. Dimana posko disediakan untuk melakukan pemantauan terhadap operasional bandara agar berjalan dengan baik, lancar dan kondusif.
Baca Juga: Puncak Perayaan Hari Raya Waisak di Lobar
"Selama arus mudik dan balik pemudik, waktu operasional bandara tetap 9 jam, dari pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WITA," jelasnya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB memperkirakan masyarakat NTB yang akan mudik sekitar 2-3 juta orang. Tentunya dengan sudah dibukanya penerbangan Kuala Lumpur-Lombok, yang mana akan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali pada saat Idul Fitri 1443 Hijriah.(Aa)
Editor : Redaksi