1 Korban Belum Ditemukan

4 Orang Santri Terseret Ombak Pantai Cibobos

avatar potretkota.com
Pantai Cibobos pasca 4 korban terseret ombak.
Pantai Cibobos pasca 4 korban terseret ombak.

Potretkota.com - 4 Orang wisatawan asal Pandeglang Banten dinformasikan tenggelam di Pantai Cibobos, Kecamatan Cihara, Kabupeten Lebak. Dari Informasi yang berhasil dihimpun, rombongan dengan jumlah 11 orang  yang merupakan warga Cikole, Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang berwisata ke Pantai Cibobos. Setibanya di pantai tersebut, rombongan kemudian berenang.

Dengan secara tiba-tiba ombak besar muncul, dan menyebabkan 4 orang terseret oleh derasnya ombak di Pantai Cibobos tersebut. “Anak-anak kecil yang keseret ombak, masih di cari sama petugas Basarnas. Ombaknya lagi tinggi dari kemarin, warga sini aja engga berani berenang,” kata Hadiawan Permana, Warga Cihara, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Pabrik Miras “Bersubsidi” Berdiri di Kota Santri, Polisi: Dilidik dulu

Berdasarkan data dari Basarnas Banten, satu korban meninggal dengan atas nama Hamdi (13) dan satu korban lainnya Arda (11) masih hilang dan belum ditemukan. Sementara dua orang lainnya Gepin (12) dan Rizki (11) selamat. Hingga saat ini petugas Basarnas Banten masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang hilang.

Sementara dalam rilisnya, Kepala BMKG Serang, Mohammad Nurhada menyebutkan, gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Banten Selatan akan terjadi hingga beberapa hari ke depan, dengan prediksi ketinggian gelombang dua hingga empat meter. Ia menghimbau agar warga tidak melakukan kegiatan apapun di pantai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Melihat kondisi cuaca dan gelombang tinggi di Banten Bagian selatan, maka kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di pantai untuk menghindari kejadian (tenggelam)  yang terjadi seperti saat ini,” kata Nurhada.

Kabar terkini, satu warga Cikole, Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, bocah bernama Arda (11) hingga saat ini masih belum berhasil ditemukan oleh petugas, setelah hilang terseret ombak di Pantai Cibobos Desa Karangmulya, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, pada Rabu kemarin, (18/05/2022).

Baca Juga: Pelaku Penculikan Santri Pondok Metal Positif Gunakan Narkoba

Kapolsek Panggarangan Iptu Suherli menjelaskan, Arda merupakan rombongan dari 11 orang lainnya yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Nurrohman Kabupaten Pandeglang. Dari 11 orang tersebut, 4 diantaranya memilih untuk berenang, meski rekan-rekannya telah melarang mereka untuk berenang, namun peringatan tersebut tidak hiraukan oleh keempat santri itu.

“Sebanyak 11 orang dari Ponpes Nurrohman sedang berwisata di Pantai Cibobos, diantaranya 7 orang sedang bakar-bakaran ikan dan 4 orang lainnya sedang berenang di Pantai Cibobos. Sudah dilarang (berenang) tapi yang 4 orang ini tidak menghiraukan peringatan dari teman-temannya,” kata Suherli, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (19/05/2022).

Suherli menjelaskan, dari keterangan yang didapat dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, keempat orang yang berenang yaitu Rizki (11), Gepin (12), Arda (11) dan Hamdi (13), tak lama kemudian 4 orang tersebut terbawa arus namun santri berinisial Genpi dapat menyelamatkan diri, sedangkan Rizki diselamatkan oleh warga sekitar.

Baca Juga: Prodi Sejarah Unair Diskusi Berdirinya NU & Fatwa Jihat

Lalu korban lainnya bernama Hamdi berhasil ditemukan oleh warga sekitar pada pukul 15.50 WIB. Warga pun membawa Hamdi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan Medis, namun nyawa Hamdi tidak bisa tertolong hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara, Arda (11) masih belum berhasil ditemukan, diduga kuat korban terseret arus ombak.

“Kami masih berupaya untuk dapat menemukan korban AD (Arda) yang terserer arus laut,” terang Suherli. Ia menghimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada terhadap kondisi gelombang di Perairan Banten Selatan. ”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan berwisata di pantai agar berhati-hati dan jaga keselamatan, serta awasi anak yang bermain agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tutupnya. (Ibnu)

Berita Terbaru