Potretkota.com - Petugas Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Lampung menangkap pasangan suami (Pasutri) pelaku pencurian tas berisi uang di toko butik Sikus yang berada di Natar, Lampung Selatan. Kedua pasutri tersebut yakni, Doni Mukti (44) dan Siti Rohaya (43), warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Wadir Reskrimum Polda Lampung AKBP Hamid Soemantri menjelaskan, keduanya mencuri di butik tersebut pada Senin 11 Juli 2022 lalu. Ketika melakukan aksinya, keduanya, datang ke butik berupa-pura belanja. "Suaminya bertugas mengalihkan perhatian korban dengan mengajak berbicara. Sedangkan istrinya mengambil barang milik korban," katanya, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Pencurian Uang Jamaah Tanda Lemahnya Bentuk Keamanan Wisata Religi Sunan Ampel
AKBP Hamid Soemantri mengungkapkan, setelah melakukan aksinya, keduanya kemudian kabur dengan menggunakan sebuah mobil sedan warna merah bernomor polisi BE-1709-RC milik kedua pelaku.
Akibat aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku tersebut, barang berharga milik korban, yakni tas berisi dompet yang di dalamnya berisi uang tunai Rp 400.000 dan identitas korban dicuri pasutri tersebut.
Baca Juga: Gondol Meteran PDAM, Pelaku Nyaris Dihakimi Massa di Bulak Rukem
Atas pristiwa pencurian di toko miliknya, korban kemudian melapor ke pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polsek Natar dan Polres Lampung Selatan. "Identitas kedua pelaku diketahui dari rekaman CCTV yang ada di lokasi tempat kejadian perkara (Tkp)," ujar AKBP Hamid Soemantri.
AKBP Hamid Soemantri mengatakan, berbekal rekaman CCTV yang ada di TKP, kedua pelaku berhasil ditangkap di rumahnya pada Kamis, 28 Juli 2022. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, pasutri tersebut mengaku baru sekali melalukan pencurian. "Alasannya karena faktor ekonomi, kedua butuh uang untuk biaya sekolah anak," tambahnya.
Baca Juga: Pura-pura Pesen Kopi dan Mie, NK Curi Handphone Pemilik Warung
Sementara itu, tersangka Doni Mukti mengaku ia tidak tahu perbuatan istrinya. Doni mengatakan memang dirinya terdesak kebutuhan untuk membayar biaya anak sekolah sebesar Rp 850 ribu. "Saya nggak tahu menahu. Tiba -tiba istri saya ngambil tas di toko itu. Padahal rencananya saya mau pinjam uang ke ibu saya," singkatnya. (Rio)
Editor : Redaksi