Gara-gara Tolak Ketemu Manager Ibiza

Lima Wartawan Dikeroyok Preman Hiburan Malam

avatar potretkota.com
Foto ilustrasi pengeroyokan.
Foto ilustrasi pengeroyokan.

Potretkota.com - Tindak kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini, 5 orang wartawan di Surabaya menjadi korban pengeroyokan di depan sebuah hiburan malam. Kelima korban masing-masing Rofiq dari LensaIndonesia, Firman Rachmanudin jurnalis Inews, Ali Masduki fotografer Inews, Anggadia Muhammad wartawan BeritaJatim, dan Didik Suhartono fotografer Antara.

Dihubungi ke nomor pribadinya, Rofiq menceritakan bagaimana kronologi pengeroyokan yang dialaminya bersama rekan wartawan yang lain. Hari itu, usai sholat Jumat, yakni pada Jumat, 20 Januari 2022 sekitar pukul 14.00 WIB, Rofik menerima informasi bahwa akan ada penindakan dan penyegelan terhadap diskotek Ibiza di Jalan Simpang Dukuh, Surabaya.

Baca Juga: Ambil Buah Mangga, Pria di Surabaya Nekat Bacok Tetangga

Sesampainya di lokasi, Rofik yang melihat Angga di warung kopi depan Ibiza menghampiri untuk ikut memesan kopi sambil menunggu upaya penindakan penyegelan dilaksanakan. Upaya penindakan dan penyegelan ini sendiri rencananya akan dilakukan oleh Disbudpar Jatim. Tak lama kemudian, datanglah Ali Masduki bersama Firman, sedangkan Didik datang dari arah Selatan.

“Kemudian di situ ada suara perempuan bilang, hey media disuruh naik ke atas. Teman-teman kan bingung siapa itu, kita biarin. Setelah itu ngomong lagi, hey media itu loh disuruh naik sama pak Wahyu, suruh naik ke atas sama pak Wahyu. Jadi saya jawab oh iya mbak, terus kita tetep ngopi di situ karena kita maunya ketemu sama yang dari Dinas Pemprov itu,” kata Rofiq, Sabtu, (21/01/2023).

Karena merasa tak dihiraukan, wanita yang tak dikenal itu kembali memanggil Rofiq dan teman media yang lain dengan nada yang lebih tinggi dan terkesan kasar. Mendengar wanita itu memanggil dengan cara yang kurang pantas, Rofiq pun kemudian bereaksi. Rofiq menyatakan bahwa ia dan rekan media yang lain tidak ada kepentingan dengan Wahyu Tri yang merupakan Manager Ibiza.

Si wanita ini pun, menurut Rofiq, rupanya tak bisa menerima jawaban yang dinyatakannya tidak ada kepentingan dengan Wahyu. Bahkan, wanita tersebut kembali melontarkan kalimat dengan nada yang lebih keras disertai ucapan yang tidak pantas. Sempat terjadi cekceok antara Rofiq dengan wanita yang memaksanya naik bersama rekan media yang lain.

Tak lama kemudian, datanglah seorang laki-laki yang juga mengaku disuruh Wahyu menghampiri kelima wartawan yang datang hendak meliput upaya penindakan Disbudpar Jatim terhadap diskotek Ibiza. Laki-laki tersebut juga sempat ikut duduk sebentar di warung lalu meminta wartawan untuk naik ke atas sebagaimana permintaan Wahyu. Akhirnya Rofiq dan yang lain pun masuk.

“Akhirnya saya ke situ ke lobi duduk di depan lift. Ada satu orang keluar dari lift bilang, pak disuruh naik sama pak Wahyu. Saya jelasin, saya tidak ada kepentingan dengan pak Wahyu, tidak ada kepentingan dengan yang lainnya, saya hanya ingin wawancara dengan Dinas terkait yang punya kegiatan penyegelan di diskotek Ibiza,” ungkap Rofiq menceritakan.

Setelah itu, lanjut Rofiq, datanglah 3 orang lagi turun dengan misi yang sama untuk mengajak awak media naik ke atas menemui Wahyu. Namun lagi-lagi, Rofiq dengan yang lain tetap menolak dan kembali menjawab dengan jawaban yang sama. Akan tetapi, salah satu dari ketiga orang itu tetap memaksa dan meminta para wartawan untuk menyampaikan unek-unek ke Wahyu.

“Orang itu ngomong, gini loh mas ayo naik nanti sampaikan unek-unek anda, unek-uneknya apa terus keperluannya apa, anda ngomong. Akhirnya saya setop, saya nggak ada kepentingan, nggak ada unek-unek, nggak ada kepentingan. Saya hanya ingin wawancara dengan Dinas terkait. Di situ, di lobi ada saya, Firman, Ali, dan Angga. Kalau mas Didik masih di warung,” terang Rofiq.

Rupanya, upaya ketiga orang yang tadinya meminta Rofiq dan kawan-kawan naik gagal, datang lagi 5 orang keluar dari lift. Mereka juga meminta awak media untuk naik ke atas, namun karena kembali ditolak, salah satu dari kelima orang itu mencari yang bernama Firman. Setelah Firman menjawab, orang tersebut kemudian hanya meminta Firman yang naik, akan tetapi Firman menolak.

Baca Juga: Polsek Genteng Selidiki Kasus Penganiayaan Pemandu Lagu

Selanjutnya, Rofiq yang pada saat bersamaan menerima telepon dari pamannya yang akan meminjam laptop, Rofiq pun keluar untuk menemui pamannya yang datang menyusul ke depan hotel Andhika Plaza. Setelah memberikan laptop yang dipinjam pamannya, Rofiq enggan untuk kembali masuk untuk menghindari provokasi-provokasi dari orang suruhan Wahyu.

Rofiq kembali duduk di warung kopi bersama Didik. Tak lama kemudian, wanita yang pertama memanggil Rofiq dan kawan-kawan untuk menemui Wahyu kembali muncul sembari menelpon seseorang. Karena jarak tidak terlalu jauh, Rofiq mendengar percapakan si wanita seolah mengadu kepada orang yang diteleponnya.

Ini loh anak media yang ngomong kasar sama aku, ini loh orangnya di depanku. Kedengeran saya kan seperti itu, akhirnya saya bereaksi, mbak anda jangan memutarbalikkan fakta seperti itu. Saya tidak pernah ngomong kasar sama anda, kalau nada keras iya, saya gituin. Terus dia matikan handphone dan bilang, kenapa? Kamu nggak terima?” terang Rofiq.

Tidak hanya itu, wanita ini terus mengomel sembari mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, menyebut nama binatang. Disaat terjadi cekcok kembali terulang antara Rofiq dengan si wanita tadi, puluhan orang keluar dari dalam lobi dan mengepung Rofiq. Beberapa di antaranya mendorng Rofiq dan salah satu di antaranya mengaku ia adalah suami dari si wanita yang ribut dengan Rofiq.

Rofiq yang merasa telah difitnah oleh wanita tadi berusaha menjelaskan, namun sekelompok orang yang jumlahnya diperkirakan puluhan itu terus memprovokasi sehingga terjadilah pengeroyokan terhadap Rofiq. Rofiq pun terkena pukulan pada bagian rusuk, telinga, bahu, sikut, lengan dan paha yang kesemuanya di sebelah kiri, serta luka pada bagian pipi akibat cakaran.

Baca Juga: Meringkus Pelaku Penganiayaan Edelweis dan Pembunuhan Gempol

“Saya tadinya pakai masker, masker saya dirampas sehingga kena cakar di pipi sebelah kiri, telinga sebelah kiri juga, bahu, sikut, rusuk, terus paha itu dipukul pakai kursi sama betis sebelah kiri. Yang rasakan waktu itu hanya bagian itu, walaupun malamnya banyak yang terasa sakit di beberapa bagian tubuh saya, nyeri habis kena pukulan itu,” terang Rofiq.

Rofiq menegaskan, dirinya hanya ingat sekitar 4 orang lebih yang melakukan pengeroyokan terhadapnya. Terhadap pengeroyokan ini sendiri pun, Rofiq tidak melakukan perlawanan sama sekali. Rofiq juga mengaku tidak mengenal mereka, hanya saja ada salah di antaranya para terduga pelaku pengeroyokan itu pernah bertemu dengannya.

Saat pengeroyokan berlangsung, Firman, Angga, dan Ali turut bereaksi dengan berusaha melerai. Akan tetapi, orang-orang yang mengeroyok Rofiq ini juga turut mengeroyok ketiga wartawan yang lain. Sementara Didik, ketika melihat Rofiq dikeroyok spontan ia berusaha memotret. Namun demikian, para terduga pelaku pengeroyokan ini juga berusaha mengintimidasi Didik.

“Mas Didik waktu saya dikepung, mulai didorong-dorong, mas Didik itu langsung mengambil foto. Ngambil foto saya, saya tidak melihat mas Didik diintimidasi karena saya sudah dikepung ya, tapi menurut pengakuan mas Didik, kameranya sudah dipegang tidak boleh memfoto. Dan saat itu, orang-orang yang mengeroyok saya itu mengancam akan membunuh saya,” jelas Rofiq.

Tidak hanya melakukan pengeroyokan, sekelompok yang diduga suruhan Wahyu itu, juga sempat menyita motor Rofiq dan Angga, sehingga Angga terpaksa naik ojek online menuju ke Polrestabes Surabaya untuk melaporkan perngeroyokan ini, disusul kemudian Rofiq dengan yang lain. Rofiq berharap agar kepolisian segera mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan. (ASB)

Berita Terbaru