Potretkota.com - Dugaan permainan atau manipulasi harga bawang putih oleh importir, diperkirakan negara mengalami kerugian hingga 5,2 triliun selama tahun 2023. Mengingat, masuknya bawang putih selama tahun 2023 itu sebanyak 650 ribu ton ke Indonesia, dengan keuntungan Rp8.000 per kilo yang diambil oleh importir dari broker dan pedagang.
Hal tersebut diungkap Heri Tio, salah satu broker di Surabaya yang sekaligus pengamat harga bawang. Selain itu, menurut kalkulasi Heri, untuk tahun 2024 sejak bulan Januari hingga kini di bulan April, bawang putih impor sudah masuk Indonesia sebanyak 220 ribu ton bawang putih. Dengan jumlah tersebut, importir diperkirakan untung sebanyak Rp1,75 triliun.
Baca Juga: Putusan Narkoba Irwan Santoso Masuk RSJ Tuai Kritik Masyarakat
“Keuntungan di importir, itu dalam 2023 kuat kuotanya kurang lebih 650 ribu ton. Jadi saya hitung kalau keuntungan Rp8.000 itu sudah Rp5,2 triliun, itu pihak importir keuntungannya, atau dianggap kerugian negara, keuntungannya (importir) Rp5,2 triliun itu. Itu fantastik sekali keuntungannya, ini kuat dugaan,” ungkap Heri Tio, Senin, (15/04/2024).
Berita terkait : Negara Rugi Hingga 5,2 Triliun Akibat Permainan Harga Bawang Putih
Baca Juga: Jaksa dan Hakim di PN Surabaya Sepakat Importir Narkoba Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa 6 Bulan
Sejauh ini, sejak tahun 2023 hingga di bulan April 2024, baik dari naik turunnya harga bawang putih, importir seolah mengunci keuntungan harga bawang putih antara Rp6.000 per kilo hingga Rp8.000. Padahal, selama bergelut di dunia impor bawang putih kurang lebih 20 tahun ini, menurut Heri, biasanya keuntungan importir sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000.
"Harga naik turun kemarin China sempat 1.500 dolar, di sini sempat Rp32.000 di pihak importir. Ini kan masih di angka Rp6.000 sampai Rp8.000 keuntungannya terus. Jadi sekarang China USD 1250 per ton, jadi keuntungannya masih sama di angka enam sampai delapan. Rp32.000 di bulan Februari 2024," tandas Heri.
Baca Juga: Sekelompok Preman Intimidasi Demonstran Mafia Bawang Putih
Dengan adanya dugaan permainan atau manipulasi harga bawang putih ini, kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan Heri berharap, berkenan turun dan melakukan sidak serta mengembalikan harga bawang putih normal kembali, dengan menekankan keuntungan bagi importir seperti semula, yakni di angka Rp1.000 hingga Rp2.000.
Untuk diketahui, berbeda dengan yang diungkap Heri Tio, impor bawang putih di tahun 2023 sebanyak 650 ribu ton. Sementara melalui situs resminya, Kemendag RI menyebut di tahun 2023, kuota impor bawang putih sebanyak 561.900 ribu ton. Kuota tersebut jauh dari (RIPH) Rekomendasi Impor Produk Hortikultura Kementan yang mencapai 1,1 juta ton. (ASB)
Editor : Redaksi