Potretkota.com - Baru-baru ini tersiar kabar dari beberapa media soal wacana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dicalonkan mendampingi Khofifah Indar Parawansa, di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024.
Mendapati hal tersebut, Ansori pengamat politik di Surabaya angkat bicara. Menurutnya, wacana tersebut sangat menarik lantaran kinerja Eri Cahyadi dapat dipercaya dan berpotensi mendampingi petahana Khofifah.
Baca Juga: Analisa Politik Istana soal Nasib Jaksa Agung dan Kapolri
"PDIP misalnya dengan memilih Eri di Pilgub Jatim 2024, analisanya bahwa Eri Cahyadi sudah layak mencapai tujuan bersama," terang Ansori, Kamis (18/4/2024).
Bagi Ansori, sebagai kader, Eri Cahyadi tidak bisa menghilangkan prinsip PDIP tentang petugas partai.
Baca Juga: Aktivis 98 Minta APH Selidiki Penyelewengan Dana Kampanye Khofifah-Emil Pilkada 2024
"Jika Eri Cahyadi sebagai kader PDIP menolak untuk dicalonkan di Pilgub Jatim, mestinya bahasa itu tidak bisa digunakan. Karena kita semua tau, apa yang diamanatkan partai terhadap kader adalah kepercayaan. Jadi mestinya kalau sudah ditunjuk untuk maju di Pilgub Jatim tidak boleh menolak," ujarnya.
Kalaupun menolak maju di Pilgub Jatim, Eri Cahyadi dinilai kurang patuh terhadap pilihan partai.
Baca Juga: Laporan Dana Kampanye Khofifah-Emil Rp1,4 Miliar, Aktivis Menyoal Sumbangan Haji Her Rp38 Miliar
"Kalau memang Eri Cahyadi menolak, itu kurang afdol. Karena itu mengurangi semangat dan sprit PDIP yang selama ini sudah dibangun bertahun-tahun," pungkas Ansori. (Hyu)
Editor : Redaksi