Harganya Menyundul Langit

Broker Surabaya Ungkap ada Dugaan Bawang Bombai Selundupan dari Malaysia

avatar potretkota.com
Herry Theo, broker bawang saat ditemui di ruang kerjanya di Surabaya, Senin, (13/05/2024).
Herry Theo, broker bawang saat ditemui di ruang kerjanya di Surabaya, Senin, (13/05/2024).

Potretkota.com – Belum reda seratus persen gejolak harga bawang putih dan bawang merah, kini harga bawang bombai asal New Zealand dan Belanda atau yang biasa disebut bawang bombai kuning, membuat resah. Naik hampir 400 persen, harga bawang bombai kuning yang biasanya hanya seharga 12 ribu sampai dengan 15 ribu, kini menjadi Rp50 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga bawang bombai kuning yang sangat tinggi itu, diungkap Herry Theo, broker bawang asal Surabaya, Senin, (13/05/2024). Kenaikan harga bawang bombai tersebut, kata Herry, bukan hanya dikarenakan terlambatnya kedatangan kapal pengangkut bawang di dermaga, namun juga diduga dikarenakan adanya permainan harga oleh importir. 

Baca Juga: Bongkar 14 Kontainer Bawang Bombay Ilegal di Tanjung Perak

“Bawang bombai kuning ini yang mendapat izinnya hanya 50 PT (Perseroan Terbatas) dan dipegang cuma 3 orang, dan hari ini bombai kuning per saknya itu 20 kilo dan harganya saya jual di angka Rp850 ribu, per sak bagi 20 kilo. Jadi bombai kuning hari ini kenaikannya fantastiknya juga, baru sejarah tahun ini bombai kuning mencapai Rp1 juta per sak,” kata Heri. 

Menurut Herry, sepanjang sejarah, melejitnya harga bawang bombai kuning terjadi di saat Kementerian Perdagangan (Kemendag) dipimpin oleh Zulkifli Hasan. Di samping itu, Herry juga merasa mengapa Mendag yang akrab disapa Zulhas itu hanya mengeluarkan izin impor bawang kepada 50 PT saja yang hanya dikendalikan oleh beberapa orang importir. 

Baca Juga: Putusan Narkoba Irwan Santoso Masuk RSJ Tuai Kritik Masyarakat

“Jadi terjadilah kelangkaan dan sampai hari ini kita pun menjadi yang fantastik nilainya, dan banyak sekali selundupan yang masuk dari Malaysia. Selundupan itu juga dari Pontianak masuk, dari Samarinda, Balikpapan lewat Nunukan itu masuk semua. Dan selundupan itu antara saknya 8 kilo sampai 10 kilo dan 15 kilo. Yang ndak selundupan adalah sak yang 20 kilo,” ungkap Herry. 

Parahnya lagi, lanjut Herry, bawang bombai asal New Zealand dan Belanda dalam peraturan yang diterapkan di Indonesia harus dilakukan fumigasi di negaranya. Akibatnya, ketika bawang bombai masuk ke Indonesia menjadi rusak dan membusuk sehingga tidak dapat digunakan dan harus dibuang. Kerusakan bawang bombai akibat fumigasi cukup banyak terjadi. 

Baca Juga: Jaksa dan Hakim di PN Surabaya Sepakat Importir Narkoba Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa 6 Bulan

“Dan ini kemarin terjadi ada beberapa yang rusak, saya pun ada foto-fotonya yang rusak. Bawang itu jadi matang, masak, tidak bisa dipakai dan dibuang, pasti dibuang. Mereka di Pabean akhirnya menjadi takut untuk beli bombai karena banyak yang rusak. Supaya ndak rusak itu Dinas Karantina mohon dicek ulang, untuk peraturannya, minta untuk supaya tidak difumigasi,” tandas Herry. (ASB)

Berita Terbaru