Tukang Pijat Urat Surabaya Akhirnya Bisa Naik Haji

avatar potretkota.com
Rochmad Munandar saat memijat pasien.
Rochmad Munandar saat memijat pasien.

Potretkota.com - Mimpi seorang tukang pijat urat di Surabaya, akhirnya terwujud. Setelah puluhan tahun tekun menabung dari hasil kerjanya yang tak menentu, Rochmad Munandar dan istrinya, Yuli Khotimah, akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kisah inspiratif ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu menggapai cita-cita, bahkan dalam kondisi ekonomi yang terbatas. "Alhamdulillah, setelah sekian lama menabung, akhirnya mimpi kami untuk naik haji bisa terwujud. Ini semua berkat rahmat Allah SWT dan kerja keras kami berdua," ujar Rochmad Munandar.

Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji  

Gus Mad sapaan akrabnya memulai profesinya sebagai tukang pijat urat sejak tahun 1998. Setiap rupiah hasil kerjanya, meskipun tarifnya seikhlasnya, disisihkan dengan tekun untuk membiayai ibadah haji. Ia tidak pernah memasang tarif tetap, mengandalkan kebaikan hati para pasiennya.

Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda

Uang yang terkumpul kemudian dikelola dengan cermat oleh istrinya, Yuli Khotimah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk biaya haji. “Saya tidak pernah menghitung berapa yang terkumpul setiap bulan,” ungkap Gus Mad.

Baca Juga: Cerita Tenaga Kesehatan Haji RS al-Irsyad Surabaya, dari Keterlambatan Visa Hingga ikut Ibadah

“Yang penting saya selalu menyisihkan sebagian penghasilan saya untuk menabung haji. Alhamdulillah, cukup untuk berdua dengan istri,” tambahnya.

Pada tahun 2012, pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Campat Kulon, Makam Kenjeran, Surabaya ini mendaftar haji dan konsisten menabung setiap bulan. Kini, kerja keras dan doa mereka terjawab. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 7 Mei 2025 dari Embarkasi Surabaya. (KF)

Berita Terbaru