Potretkota.com – Memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola makan dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta keamanan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Dokter sekaligus pemerhati kesehatan masyarakat, dr. Benjamin Kristianto, M.Kes., MARS, mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan saat berbuka puasa. Menurutnya, kebiasaan “balas dendam” dengan makan dalam jumlah besar sekaligus justru dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi lambung.
Baca Juga: Demi Tiket Mudik Gratis Lebaran 2026, Warga Rela Menginap di Trotoar Kantor Dishub Jatim
“Pada saat berbuka jangan sampai sifatnya dalam tanda kutip berbalas dendam, artinya makan langsung sebanyak-banyaknya. Sebaiknya mulai dengan minum air putih terlebih dahulu agar tubuh kembali mendapatkan cairan setelah seharian berpuasa,” ujarnya kepada Potret Kota, Senin, 09/02/2026).
Ia menjelaskan, setelah minum air putih, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan secukupnya untuk menyeimbangkan asam lambung. Makanan yang terlalu pedas maupun minuman seperti kopi sebaiknya tidak langsung dikonsumsi saat berbuka.
“Setelah minum air putih, makanlah secukupnya terlebih dahulu, jangan terlalu banyak dan hindari makanan yang terlalu pedas atau langsung minum kopi. Setelah salat tarawih, baru boleh makan kembali. Jadi makannya bisa lebih sering, tetapi porsinya tidak berlebihan,” jelasnya.
Selain memberikan tips kesehatan selama Ramadan, dr. Benjamin juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada pemerintah menjelang Idul Fitri, khususnya terkait keamanan arus mudik.
Baca Juga: Ribuan Warga Serbu Kantor Dishub Jatim Berburu Tiket Mudik Gratis
Ia meminta aparat kepolisian lalu lintas memastikan jalur mudik aman serta menyediakan posko istirahat bagi para pemudik.
“Kami minta kepada kepolisian lalu lintas agar benar-benar menjaga jalur-jalur perjalanan. Perlu juga disiapkan posko-posko bagi pemudik yang lelah untuk beristirahat sejenak, minum, dan bahkan bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan agar dapat mencegah kecelakaan,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. Hal ini penting mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat pada periode tersebut.
Baca Juga: Aroma Kurma Menguat Tanda Ramadan Kian Dekat
“Kami mohon kepada Disperindag agar menjaga stok dan kestabilan harga bahan pokok. Saat Lebaran kebutuhan masyarakat meningkat, misalnya untuk membuat kue dan berbagai masakan, sehingga jangan sampai harga naik terlalu tinggi,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum sepenuhnya stabil, sehingga pemerintah perlu memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
“Ekonomi saat ini belum sepenuhnya stabil dan tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama. Karena itu, tolong jaga harga-harga bahan pokok sebaik mungkin agar masyarakat tetap bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga,” pungkasnya. (ASB)
Editor : Redaksi