Potretkota.com - Menjelang keberangkatan musim haji 2026, pemerintah memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap optimal dengan mewajibkan vaksinasi sebagai salah satu syarat utama sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Melalui Dinas Kesehatan dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), pemerintah mengintensifkan pemberian vaksin bagi calon jemaah haji. Langkah ini dilakukan untuk melindungi jemaah dari risiko penyakit menular selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Baca Juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
Adapun jenis vaksin yang diwajibkan antara lain vaksin meningitis dan polio. Sementara itu, vaksin Covid-19 hanya diperuntukkan bagi jemaah yang belum pernah menerima vaksin sebelumnya.
Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan syarat penting dalam proses keberangkatan jemaah haji.
“Vaksinasi menjadi syarat wajib bagi jemaah haji. Jika belum mendapatkan vaksin yang dipersyaratkan, maka sesuai aturan tidak dapat diberangkatkan. Namun, terdapat pengecualian untuk kondisi medis tertentu berdasarkan rekomendasi dokter,” ujarnya.
Baca Juga: Teror Penghapusan Berita Digital Jadi Sorotan, Praktisi Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
Selain melindungi kesehatan jemaah, data vaksinasi juga akan terintegrasi dalam sistem pelayanan haji. Sistem tersebut memungkinkan petugas memantau kelengkapan persyaratan kesehatan secara real time sebelum keberangkatan.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, As’adul Anam, menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi telah dimulai di berbagai daerah usai Ramadan.
Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji
“Vaksinasi jemaah haji sudah berjalan di masing-masing daerah setelah Ramadan. Untuk vaksin Covid-19 tidak perlu diulang jika sebelumnya sudah pernah menerima, sedangkan vaksin polio dan meningitis tetap wajib,” jelasnya.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat memenuhi persyaratan kesehatan ini agar proses keberangkatan berjalan lancar, sekaligus memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan sehat di Tanah Suci. (KF)
Editor : Redaksi