Menu Makanan Jemaah Haji Surabaya Jadi Prioritas Utama

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Menjaga kesehatan jemaah haji selama penerbangan jarak jauh menuju Tanah Suci menjadi perhatian utama penyelenggara ibadah haji. Untuk itu, sejumlah menu makanan khusus dengan komposisi gizi seimbang dan cita rasa yang disesuaikan telah disiapkan bagi jemaah haji Embarkasi Surabaya, agar tetap bugar hingga tiba di Madinah.

Selama penerbangan, setiap jemaah akan mendapatkan tiga kali layanan konsumsi, yakni dua kali hidangan utama dengan pilihan menu, serta satu kali snack dan minuman. Menu yang disajikan didominasi masakan Nusantara dengan cita rasa yang tidak terlalu pedas.

Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji  

Penyesuaian ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi kesehatan jemaah, khususnya jemaah lanjut usia yang cenderung sensitif terhadap makanan pedas. Selain itu, kandungan gizi dalam setiap porsi juga telah diperhitungkan secara matang.

Chef Executive Aerofood ACS Surabaya, Kristianto, menjelaskan bahwa setiap porsi makanan memiliki standar berat dan kalori tertentu guna memenuhi kebutuhan energi jemaah selama perjalanan udara yang cukup panjang.

“Setiap jemaah mendapatkan tiga kali layanan makanan, yaitu dua kali hidangan utama dengan pilihan menu, serta satu kali snack dan minuman. Rata-rata berat makanan sekitar 470 gram dengan kandungan sekitar 400 kalori, sehingga kebutuhan energi jemaah tetap terjaga hingga tiba di Madinah,” katanya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda

Ia menambahkan, menu yang disiapkan mengusung masakan khas Nusantara karena lebih familiar di lidah jemaah Indonesia. Beberapa pilihan menu di antaranya ikan gurih dengan daging semur, ayam kare dengan pesmol ikan, serta snack seperti banana muffin dan roti keju.

Sementara itu, pihak penyelenggara memastikan bahwa selera dan kebutuhan jemaah telah diantisipasi dengan baik, termasuk penyediaan sambal secara terpisah bagi jemaah yang ingin menambahkan rasa pedas.

Pembina Utama PPIH Embarkasi Surabaya, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa fleksibilitas dalam penyajian makanan menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan jemaah selama perjalanan.

Baca Juga: Jemaah Haji Usia 103 Tahun asal Banyuwangi Sendiri ke Tanah Suci

“Makanan yang mungkin tidak disukai karena terlalu pedas sudah kami antisipasi. Bumbu atau sambal disiapkan terpisah, sehingga jemaah yang ingin menambah rasa pedas dapat menggunakannya, sementara yang tidak tetap dapat menikmati makanan yang tersedia,” ujar Khofifah.

Dengan adanya penambahan jumlah jemaah haji dari Jawa Timur tahun ini, kesiapan layanan konsumsi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh pihak terkait berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan jemaah menuju Tanah Suci berlangsung aman, nyaman, dan lancar. (KF)

Berita Terbaru