Potretkota.com - Seorang anak TNI yang menjadi Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (GM FKPPI), Ayi Suhaya mendatangi kantor dewan perwakilan daerah (DPD) Partai Golkar yang ada di Jalan.Pahlawan No.16 Pekuncen, Bugul kidul, Kota Pasuruan, Jumat (23/01/2020).
Kedatangan Ayi Suhaya yaitu mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan melalui Partai Golkar. Ia siap maju menuju konstestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pasuruan periode 2020.
Baca juga: GMNI Jember Soroti Potensi Koperasi Desa Merah Putih Jadi Jaringan Politik di Desa
"Kami datang ke Kantor Partai Golkar yaitu pertama dalam rangka silaturahmi dan yang kedua mengambil formulir pendaftaran. Terus terang kedatangan kami merasa terpanggil untuk ikut dalam konstentan Pilkada Pasuruan. Semoga kami terpilih menjadi Wali Kota Pasuruan, biar dapat ‘Dandani’ Kota Pasuruan untuk lebih maju dan makmur. Kami siap lahir dan batin mengabdi demi kesejahteraan Kota Pasuruan. Perlu diketahui, saya termasuk bagian dari kader Partai Golkar, karena orang tua kami dari TNI," ucap Ayi Suhaya.
Baca juga: Jalan Terjal Emil dan Ancaman Kuda Hitam
Sementara Ketua DPC Paratai Golkar, Kota Pasuruan M. Arif Ilham tidak menolak Ayi Suhaya bersama rombongan dan para pendukungnya. "Semoga wujud dan harapanya tercapai. Harapan kami agar para calon yang mendaftar ‘Cawali’ untuk serius dan tidak awu-awu mengikuti ketentuan yang di isyaratkan. Menurut kami, tidak ada mahar politik dalam proses penjaringan di Partai Golkar. Akan tetapi yang namanya pesta demokrasi pastinya membutuhkan biaya sangat besar. Meski telah memiliki tiket tujuh kursi parlemen, Partai Golkar tetap menjalin komunikasi dengan parpol lainya. Supaya Cawali yang akan di usungnya memiliki legitimasi dukungan kuat dari masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Partai Demokrat Jatim Berpotensi Ganti Pengurus Jelang Pemilu 2029
Perlu diketahui untuk saat ini hanya ada sejumlah nama yang telah terdaftar sebagai Calon Walikota Kota Pasuruan, diantaranya Anshori, Raharto Teno Prasetyo, Ismail Nachu dan Yunus Ilyas. (Mat)
Editor : Redaksi