Potretkota.com - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian penuh Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakian Rakyat Daerah ) Kota Surabaya Laila Mufidah. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini ingin Surabaya Griya Gallery (SKG) di MERR jadi wisata belanja Surabaya.
Laila Mufidah yang melihat langsung mengaku SKG di MERR salah satu pusat pemasaran produk UMKM lokal. Ia mengapresiasi terobosan Pemkot Surabaya yang inovatif. Menurutnya, hal tersebut sekaligus menjadi langkah nyata Pemkot Surabaya mewujudkan program padat karya. Tak hanya memajukan UMKM lokal, adanya SKG juga mampu menjadi pemantik ekonomi menggeliat kembali.
Baca juga: Perkara Sampah, DPRD Surabaya Segera Gelar Rapat Pimpinan
“Apalagi, di SKG MERR ini fasilitasnya juga cukup mumpuni. Seperti adanya kafe yang bisa dijadikan co-working space, tentu saja ini akan membuat wisatawan juga makin betah disini,” ungkap Laila Mufidah saat melakukan sidak ke Griya Gallery (SKG) di MERR.
Dengan beragam produk dan fasilitasnya, diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Laila berharap SKG juga menjadi jujukan baru wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Disana, setidaknya terdapat 266 produk UMKM Surabaya yang dipamerkan di etalase. Mulai dari produk pakaian, kerajinan tangan, sampai beragam jajanan dan makanan tersedia di SKG.
Baca juga: Didampingi Kejaksaan Proyek Jembatan Bambu Wisata Mangrove Pemkot Surabaya Tak Karuan
“Lewat SKG, produk UMKM lokal bisa dipamerkan. Hal ini makin membuka peluang produk UMKM untuk makin dilihat masyarakat luas terutama wisatawan luar daerah. Harapannya, produk UMKM bisa menguasai pasar nasional hingga menembus pasar global,” ungkap Laila Mufidah.
Sementara itu, Staf Surabaya Kriya Galeri, Titik Pertiwi, mengatakan setelah diresmikan pada 7 Maret 2022 lalu, jumlah pengunjung naik signifikan. Tiap harinya, minimal 100 orang datang dan membeli berbagai produk.
Baca juga: Polisi Periksa Armuji Wawali Surabaya dan Musyafak DPRD Jatim
“Pengunjungnya cukup banyak, mereka datang bersama rombongan. Produk yang dibelipun juga banyak, misalnya yang best seller ada madu, bumbu rujak, gantungan kunci, kripik, hingga blangkon. Perputaran omzetnya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan,” ujar Titik Pertiwi. (Mar)
Editor : Redaksi