Potretkota.com - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah di Sumatera Utara (Sumut) sudah menetapkan 1 Ramadan 1444 Hijriah pada hari, Selasa (21/3/2023). Puasa juga sudah dilakukan oleh Jemaah Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Durror di Jember, Jawa Timur (Jatim), Rabu (22/3/2023).. Pengurus ponpes tersebut merujuk pada Kitab Nazhalul Majalis untuk menentukan awal Ramadan.
Puasa hari Rabu, (22/3/2023) juga dilakukan dinegara lain, diantaranya Aljazair, Bangladesh, Makedonia Utara, Pakistan, Nigeria, Afrika Selatan dan Senegal. Pemerintah di Indonesia sendiri, menetapkan Ramadan 1444 H hari Kamis, 23 Maret 2023.
Baca juga: Tips Sehat Berpuasa, dr Benjamin: Jangan Berbuka Seperti 'Balas Dendam'
"Dari 124 titik pada 33 provinsi di seluruh Indonesia ada 12 perukyah yang melaporkan telah melihat hilal. Dengan demikian tadi kita bersepakat secara mufakat 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas, Rabu (22/3/2023).
Baca juga: Aroma Kurma Menguat Tanda Ramadan Kian Dekat
Sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, diikuti perwakilan ormas Islam, Duta Besar Negara Sahabat, dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Ramadan 1444 H, sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Bertepatan dengan 29 Syakban 1444 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 6 derajat 46,2 menit sampai dengan 8 derajat 43,2 menit, dengan sudut elongasi antara 7,93 derajat sampai dengan 9,54 derajat.
Baca juga: GRDK Serukan Tolak Zakat Koruptor di Gedung Grahadi
Menag berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam Indonesia dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan bersama-sama. "Ini bisa menjadi simbol kebersamaan umat Islam Indonesia. Kebersamaan ini semoga juga menjadi wujud kita semua sebagai anak bangsa menatap masa depan yang lebib baik," kata Menag. (Hyu)
Editor : Redaksi