Potretkota.com - Ratusan massa anggota ormas pendukung Prabowo, yakni Relawan Pendowo dan Gardu Prabowo 08 mengadakan tasyakuran di Posko Aliansi Relawan Surabaya Maju, Gayungsari Barat, Minggu tanggal 20 Oktober 2024, setelah Prabowo Gibran mengucapkan Sumpah Jabatan.
Tampak hadir beberapa tokoh pergerakan Rudy Gaol, Diana Samar, Derry, Gufron, Abdul Sidi, Dion Marcellino, BF Sutadi tokoh Partai Gerindra dan KH. Mas Ali Toha dari Sidosermo. R. Hariadi Ketua Gardu Prabowo 08 Jatim dan H. Wawan Pudjo selaku Ketua Relawan Pendowo.
Baca juga: TPS Eri Cahyadi dan Armuji Banyak yang Coblos Kotak Kosong
Usai mengucap syukur atas lancarnya prosesi pengambilan Sumpah Jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Wawan Pudjo mengajak seluruh anggota dan relawan mengawal pemerintahan Prabowo Gibran dan memastikan programnya berjalan maksimal.
Baca juga: Pilkada Surabaya 2024, Kotak Kosong Menang Semua Senang
Pun demikian dengan Hariadi, sebagai Gardu Prabowo, ia akan mengawal kebijakan positif Pemerintahan Prabowo Gibran 2024-2029 di Jawa Timur termasuk Surabaya. Pihaknya menyinggung Pilkada Surabaya yang dianggap tidak sejalan dengan demokrasi.
“Kalau masalah pemilihan, konsentasi pemilu, kita harus mengedepankan asas demokrasi, karena itu sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Tidak semua cocok dengan kepemimpinan sebelumnya, kolom kosong merupakan wadah masyarakat bersuara,” jelasnya.
Baca juga: Kelompok Kotak Kosong Buka Posko Pengaduan Kecurangan Pilkada Surabaya 2024
Senada, tokoh agama dari Sidosermo KH Mas Ali Toha mengatakan, masyarakat bebas menentukan pilihan pada Pilkada serentak. “Masyarakat berhak memilih. Kalau tidak puas dengan kepemimpinan Eri Cahyadi boleh memilih kotak kosong dan itu sah sebagai saluran aspirasi politik warga, tidak ada yang mengharamkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi