Potretkota.com – Charis Mardiyanto, kini tak lagi menjabat sebagai Kepala Pengadilan Tinggi Surabaya. Pasalnya, di usianya yang ke 67 sekarang, Charis telah purnabakti. Charis telah mengabdi kepada negara sebagai penegak hukum selama 41 tahun dengan integritas yang bukan kaleng-kaleng.
Dalam seremoni pengantar purnabakti, Charis menyampaikan, kinerja yang selama ini sudah dicapai oleh Pengadilan Tinggi Surabaya tetap dijaga dengan baik. Mindset dan budaya kerja yang sudah dibangun, selama kepemimpinan Charis agar tetap dijaga dan terus ditingkatkan.
Baca juga: Davos 2026: Dunia Tanpa Aturan dan Normalisasi Kekuasaan
“Semoga kinerja Pengadilan Tinggi Surabaya ini tetap baik dan saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk merubah mindset maupun budaya kerja di Pengadilan Tinggi ini. Sehingga kami masih berharap prestasi yang dicapai Pengadilan Tinggi ini semakin meningkat dan dipertahankan seperti yang kemarin-kemarin,” kata Charis, Selasa, (2/9/2025).
Charis mengungkapkan, selama memimpin di Pengadilan Tinggi Surabaya, hal yang paling berkesan baginya adalah ketika salah satu hakim di Pengadilan Negeri Surabaya tertangkap tangan. Kesannya, kala itu Charis dinarasikan ikut campur dalam operasi Kejaksaan Agung.
“Pengalaman yang paling berkesan itu ketika saya menengok ketika ada dari PN Surabaya ada hakim ditangkap waktu itu, yang dkatakan OTT yang sebenarnya ya ditangkap begitu saja, dan saya dianggap telah mengintervensi, telah campur tangan terhadap perkara. Padahal sebenarnya sama sekali tidak ada, saya hanya ingin memastikan bahwa apakah anak buah saya yang di PN Surabaya betul dilakukan penahanan atau penangkapan,” ungkap Charis.
Baca juga: Sri Mulyani dan Tarian Diplomasi di Atas Panggung Filantrokapitalisme
Charis menilai, kinerja seluruh anggota yang bertugas di Pengadilan Tinggi Surabaya sangatlah baik. Karena menurutnya, dari segi kategori penyelesaian 1000 perkara ke atas, Pengadilan Tinggi Surabaya masih tetap meraih nomor satu.
“Alhamdulillah semua teman-teman hakim di sini, itu semuanya bangga dengan kinerja yang diraih selama ini. Karena seperti diketahui untuk kategori 1000 perkara ke atas, kami masih meraih nomor satu terus selama saya memimpin di sini, se-Indonesia ini. Jadi itu yang menjadi kebanggan teman-teman di sini,” terang Charis usai mengikuti seremoni Pengantar Purnabakti.
Baca juga: APBN 2026, Kedaulatan Energi dan Jalan Tengah Bernama PPPP
Untuk diketahui, Charis Mardiyanto, lahir di Lamongan pada tanggal 21 Agustus 1958. Awal mengabdi kepada negara dimulai 1 Maret 1984 sebagai CPNS dan Calon Hakim di PN Kebumen, dilantik menjadi hakim pertama di PN Bantaeng pada tanggal 14 April 1986.
Perjalanan Charis selama di dunia peradilan cukup panjang. Di berbagai wilayah di Indonesia, Charis selau dipercaya menduduki jabatan strategis. Charis sendiri, saat mendekati masa pensiun dipercaya untuk memimpin Pengadilan Tinggi Surabaya sejak 3 Oktober 2024 hingga 1 September 2025. (ASB)
Editor : Redaksi