Jelang Imlek, Usaha Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Pesanan

potretkota.com
Fery Andrean pengusaha kue keranjang.

Potretkota.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, permintaan kue keranjang di Surabaya mengalami lonjakan signifikan. Tradisi tahunan masyarakat Tionghoa ini tak hanya sarat makna budaya, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) lokal.

Suasana dapur produksi kue keranjang rumahan di kawasan Kalidami, Surabaya, tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejak sepekan terakhir, pesanan terus berdatangan dan diperkirakan masih akan meningkat hingga mendekati Hari Raya Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026.

Baca juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar

Tak hanya memenuhi kebutuhan konsumen di Surabaya, kue keranjang produksi rumahan ini juga dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Sidoarjo dan Gresik hingga ke luar pulau seperti Kalimantan, Papua, Bali, dan Manado.

Lonjakan permintaan ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Dalam sehari, produksi kue keranjang bisa mencapai 150 hingga 300 kotak dengan berbagai ukuran dan kemasan. Pilihan kemasan pun beragam, mulai dari isi satu, dua, empat, hingga sembilan buah kue keranjang yang menjadi favorit pembeli.

Dalam sekali proses produksi, sekitar 40 kilogram bahan baku seperti tepung, gula, dan air diolah untuk memenuhi permintaan pasar. Meski tampak sederhana, proses pembuatan kue keranjang membutuhkan waktu panjang dan ketelatenan tinggi. Adonan harus dimasak selama 14 hingga 15 jam agar menghasilkan tekstur kenyal dan cita rasa manis yang khas.

Baca juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat

Pemilik usaha kue keranjang, Fery Andrean, mengungkapkan bahwa momen Imlek selalu menjadi puncak penjualan setiap tahun. “Sejak awal Februari pesanan sudah mulai padat. Biasanya makin dekat Imlek, jumlah order bisa naik dua kali lipat. Prosesnya memang lama, tapi kualitas harus tetap dijaga,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Kue keranjang yang telah matang dapat bertahan selama dua hingga tiga bulan di suhu ruang, dan bisa lebih lama jika disimpan di dalam lemari pendingin. Saat perayaan Imlek, kue keranjang menjadi sajian wajib karena memiliki makna filosofis mendalam.

Teksturnya yang lengket dimaknai sebagai simbol kebersamaan, keakraban, dan harapan agar hubungan keluarga tetap erat.

Baca juga: GMNI Surabaya Raya Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025

Dengan harga berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp35 ribu per kotak, kue keranjang tak hanya menjadi bagian dari tradisi sembahyang, tetapi juga menjadi media berbagi kepada keluarga dan kerabat saat Tahun Baru Imlek.

Tradisi kue keranjang pun tak sekadar menjaga nilai budaya agar tetap hidup, tetapi juga menjadi sumber penghidupan dan berkah bagi UMKM lokal, seiring semakin dekatnya perayaan Tahun Baru Imlek. (KF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru