Ekspor Impor Agustus 2018 Mengalami Penurunan

potretkota.com

Potretkota.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat perkembangan Ekspor Impor Agustus 2018, mengalami penurunan. Untuk Ekspor mengalami penurunan sekitar 0,07% sebesar USD 1,869 miliar dan Impor sekitar 22,16% sebesar USD 2,20 miliar.

Kepala BPS Jatim melalui Satria Wibowo Kabib Stasitik menjelaskan, bahwa ekspor dari sektor non migas Agustus 2018 mencapai USD 1,72 miliar turun nilai tersebut dibanding Agustus 2017.

Baca juga: BPOM dan TPS Lepas Ekspor Rempah ke Amerika Serikat

"Secara kumulatif ekspor Januari-Agustus yang keluar dari Jatim sebesar USD 13,56 miliar naik 5,38% dibandingkan tahun lalu," jelas Satria, Senin (17/9/2018).

Ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Agustus 2018 masih berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 20,22 miliar (16,83 persen), diikuti Jawa Timur USD 12,74 miliar (10,61 persen) dan Kalimantan Timur USD 12,18 miliar (10,14 persen).

Baca juga: Mendag Melepas Produk Ekspor ke Amerika Serikat

Tiga negara tujuan ekspor nonmigas terbesar China USD 2,11 miliar, Amerika Serikat USD 1,60 miliar dan Jepang USD 1,48 miliar serta untuk ekspor ke Uni Eropa sebesar USD 1,52 miliar.

Disinggung terkait adanya isu pelemahan rupiah, Satria mengatakan untuk saat ini memang belum terasa tapi pasti ada dampak terkait masalah tersebut, dikarenakan apabila dolar naik pastinya berdampak pada harga produksi. "Bahan baku ekspor mahal maka harga jual pasti mahal sehingga mempengaruhi daya saing," katanya.

Baca juga: Kendaraan Hasil Kejahatan di Ekspor ke Timor Leste

Seperti contoh pada produksi tempe masih tergantung pada impor kedelai, sehingga harga tempe masih sama akan tetapi ukurannya berkurang. (Tio)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru