Potretkota.com - Harga bawang putih di pasar mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp19.000 per kilogram, kini harga bawang putih mencapai Rp25.000 per kilogram.
Importir bawang putih, Heri Tio, mengatakan kenaikan harga tersebut bukan disebabkan oleh menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Menurutnya, faktor utama yang mendorong kenaikan harga adalah terbatasnya stok bawang putih di dalam negeri.
Baca juga: Sekelompok Preman Intimidasi Demonstran Mafia Bawang Putih
"Hari ini harga bawang putih sekitar Rp25.000 per kilogram, sedangkan minggu lalu masih Rp19.000 per kilogram," ujar Heri Tio saat dihubungi Potret Kota, Kamis (05/06/2026).
Ia menjelaskan, kondisi pasar saat ini sedang mengalami kekosongan pasokan akibat masa peralihan panen di China, negara pemasok utama bawang putih ke Indonesia.
"Bukan masalah dolar. Market bawang putih kosong di Indonesia. Dollar Indonesia memang naik, tetapi harga bawang putih di China justru turun menjadi sekitar 630 dolar AS per ton," katanya.
Menurut Heri, panen bawang putih di China baru memasuki tahap pengeringan dan diperkirakan mencapai tingkat kekeringan optimal sekitar 90 persen pada pertengahan Juni.
Baca juga: Bawang Putih Kembali Langka dan Mahal
"China akan mulai mengirim bawang putih sekitar tanggal 14 Juni karena hasil panennya baru mencapai tingkat kering yang siap kirim," jelasnya.
Meski dalam waktu dekat akan ada kapal yang membawa pasokan bawang putih dan diperkirakan mulai dibongkar pekan depan, Heri menilai kebutuhan pasar masih belum sepenuhnya terpenuhi sehingga harga berpotensi kembali mengalami kenaikan.
"Sabtu ada kapal sandar, perkiraan Selasa mulai bongkar. Tetapi karena panen masih berlangsung dan kebutuhan pasar belum tercukupi, kemungkinan masih ada kenaikan harga lagi," ujarnya.
Baca juga: Negara Rugi Hingga 5,2 Triliun Akibat Permainan Harga Bawang Putih
Bawang putih impor tersebut dikirim menggunakan kontainer berpendingin untuk menjaga kualitas produk selama perjalanan dari China menuju Indonesia.
Keterbatasan stok di tengah tingginya kebutuhan pasar menjadi faktor utama yang saat ini memengaruhi harga bawang putih nasional, sementara pengaruh kenaikan kurs dolar dinilai tidak terlalu signifikan terhadap kondisi harga di lapangan. (ASB)
Editor : Redaksi